
Indonesia Mendesak OKI Ambil Tindakan Keras, Kecam Rencana Aneksasi Israel di Gaza
Penulis: Fityan
TVRINews – Jeddah Arab Saudi
Wamenlu Anis Matta Sebut Visi 'Israel Raya' Ancaman Eksistensial, Minta OKI Bersatu dan Manfaatkan Momentum Global untuk Palestina .
Indonesia mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil tindakan tegas dan terukur. Langkah ini diperlukan untuk menghentikan rencana pendudukan permanen dan perluasan pemukiman ilegal Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Desakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI di Jeddah, Arab Saudi.
Dalam pertemuan darurat yang digelar untuk merespons situasi di Palestina, Wamenlu Anis Matta menyoroti kekhawatiran mendalam Indonesia. "Visi Israel Raya dan upaya Israel mewujudkannya adalah ancaman eksistensial bagi kelangsungan hidup dan eksistensi seluruh negara di kawasan," tegasnya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (26/8).
Ia menekankan bahwa OKI harus mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki untuk menolak dan menghentikan rencana aneksasi tersebut. Pertemuan ini menjadi sangat mendesak menyusul laporan PBB yang menyatakan Gaza telah mencapai tingkat kelaparan ekstrem. "Tidak ada yang lebih buruk daripada menjadikan kelaparan sebagai senjata perang dan genosida terhadap saudara-saudara kita di Gaza," kecam Wamenlu.
Lebih lanjut, Anis Matta mendorong OKI untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional lainnya demi mengakhiri perang dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui semua jalur yang tersedia.
Selain itu, ia juga melihat adanya pergeseran opini publik global yang kini mulai berpihak pada narasi Palestina. Wamenlu mendesak OKI untuk memanfaatkan momentum ini untuk meyakinkan lebih banyak negara agar mengakui kemerdekaan Palestina. Ia juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang khusus untuk mengakhiri pendudukan Israel di seluruh wilayah Palestina.
Pertemuan luar biasa ini diakhiri dengan adopsi Resolusi yang secara tegas menolak rencana pendudukan Gaza oleh Israel. Resolusi tersebut juga menuntut pencabutan blokade terhadap bantuan kemanusiaan dan mendorong negara-negara serta PBB untuk bertindak menghentikan tindakan Israel.
"Seberapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan dan sebanyak apapun pengorbanan yang harus dijalani, Palestina akan senantiasa menjadi jantung yang berdenyut bagi umat ini," tutup Wamenlu Anis Matta, menegaskan komitmen Indonesia yang tak pernah pudar untuk Palestina.
Baca juga: Efek Pertemuan Trump-Lee: Korean Borong 103 Pesawat Boeing
Editor: Redaksi TVRINews
