
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaporkan ratusan rumah di tiga kecamatan terendam banjir akibat meningkatnya debit air sungai dengan ketinggian air yang bervariasi.
Banjir tersebut melanda Kecamatan Kasemen, Cipocok Jaya, dan Walantaka sejak Kamis, 18 Desember 2025 hingga Jumat, 19 Desember 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir melanda enam titik lokasi. Kondisi terparah terjadi di Kompleks Grand Sutra, Kecamatan Cipocok Jaya, dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter. Di kawasan tersebut, sebanyak 470 rumah terendam dan 2.483 jiwa terdampak.
“Genangan air di Cipocok Jaya hingga saat ini belum surut. Selain Kompleks Grand Sutra, banjir juga merendam Kompleks Untirta Permai di Kelurahan Banjar Agung,” ujar Diat, dikutip Jumat, 19 Desember 2025.
Di Kecamatan Walantaka, kata Diat, banjir merendam sekitar 150 rumah di Kompleks Grand Sutera, Kelurahan Teritih. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter dan berdampak pada 425 jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Kasemen, genangan air setinggi 15 hingga 40 sentimeter terjadi di Lingkungan Rujak Beling dan Kendal, Kelurahan Margaluyu, serta Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Banten.
Diat menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan debit air dan arus yang cukup deras di sejumlah sungai, di antaranya Kali Cibanten, Kali Padma Raya, Kali Nyapah, Kali Banten, dan Kali KSB.
Penanganan Banjir di Wilayah Terdampak
BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel beserta peralatan untuk melakukan asesmen dan pendataan warga terdampak. Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Penanganan banjir dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kota dan Kabupaten Serang, TNI, Polri, Tagana, serta aparat kecamatan dan desa setempat.
Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga terdampak, terutama di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, dan Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka.
“Selain evakuasi, petugas juga menyalurkan logistik bagi warga terdampak di Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, serta terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Diat.
Editor: Redaktur TVRINews
