
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menteri Sekretaris Negara RI, Prasetyo Hadi membeberkan alasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sambangi RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026 hari ini.
“Bapak Presiden menjenguk tadi, tentu yang pertama beliau memberikan petunjuk untuk seluruh korban yang dirawat untuk diberikan pelayanan yang terbaik,” kata dia saat dihubungi awak media.
Lebih lanjut, ia menuturkan selama kunjungan Presiden Prabowo menyempatkan untuk sedikit berdiskusi mendengarkan masukan dari Kepala Rumah Sakit terhadap penanganan korban korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

“Beliau menyempatkan untuk sedikit berdiskusi mendengarkan masukan dari Kepala Rumah Sakit terhadap penanganan korban dan kebutuhan peralatan-peralatan di Rumah Sakit,” terangnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sambangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026 hari ini.
Di mana, Presiden Prabowo yang didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tiba di RSUD sekitar pukul 7.40 WIB.
Diketahui, rumah sakit tersebut telah menerima sebanyak 52 korban luka kecelakaan tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
Diinformasikan, insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. malam sekitar pukul 20.55 WIB, diduga bermula dari sebuah taksi yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa sebelum terjadi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4 dengan KRL, rangkaian KRL lebih dahulu mengalami gangguan akibat temperan dengan kendaraan di jalur perlintasan langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL dekat Bulak Kapal,” ujar Franoto, Senin, 27 April 2026.
Akibat tabrakan awal tersebut, KRL berhenti di lintasan rel. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melaju di jalur yang sama dari arah belakang.
Kondisi ini memicu tabrakan susulan karena kereta jarak jauh tersebut tidak dapat berhenti tepat waktu saat mendekati rangkaian KRL yang tengah berhenti.
“Temperan itu yang membuat KRL terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ucap Franoto.
Benturan antara kedua kereta tidak terhindarkan dan menyebabkan gangguan besar pada operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi dan sekitarnya. Jalur rel di lokasi kejadian untuk sementara tidak dapat dilalui.
Editor: Redaktur TVRINews
