
Presiden Prabowo Bersama PM Pakistan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. (Kiri) (Foto: Akun Instagran @pakinindonesia)
Penulis: Fityan
TVRINews - Islamabad
Bertemu Zardari dan Sharif, Presiden Prabowo Teken Enam MoU Lintas Sektor di Islamabad
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan menyelesaikan lawatan resmi pertamanya ke Republik Islam Pakistan pada 8–9 Desember 2025. Kunjungan dua hari ini menjadi penanda penting dalam hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun antara dua negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.
Lawatan ini berfokus pada penguatan kemitraan strategis, mulai dari diplomasi tingkat tinggi hingga kerja sama di sektor pertahanan dan ekonomi.
Kedatangan dan Sambutan Budaya
Presiden Prabowo tiba di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, pada 8 Desember 2025. Presiden disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Pakistan, termasuk Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Kedatangan kepala negara Indonesia dihiasi nuansa budaya ketika Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menampilkan alunan angklung, sebuah isyarat persahabatan kedua bangsa.
Pertemuan Bilateral Tingkat Tinggi
Berdasarkan data Kedutaan Besar Pakistan, Rangkaian agenda resmi Presiden Prabowo akan diawali dengan courtesy call kepada Presiden Asif Ali Zardari di Istana Kepresidenan Islamabad.
Kedua pemimpin membahas pentingnya peningkatan kerja sama politik, penguatan posisi di dunia Islam, dan kolaborasi dalam forum-forum internasional, khususnya di kawasan Asia Selatan.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Fokus utama diskusi adalah peningkatan konektivitas bisnis, peluang joint venture di sektor manufaktur dan energi terbarukan, serta dorongan untuk menaikkan volume perdagangan dua arah. Isu kerja sama teknologi dan industri halal juga menjadi bahasan penting, serta investasi, pertahanan, kesehatan, iklim, pendidikan, maupun budaya, dalam Upaya meningkatkan kolaborasi di tingkat regional dan global.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Syed Asim Munir. Pertemuan ini secara khusus menyoroti kerja sama pertahanan, yang meliputi pertukaran pelatihan militer, pendidikan personel, industri alat utama sistem persenjataan (alutsista), dan upaya bersama menjaga stabilitas keamanan kawasan.
Beberapa Nota Kesepahaman (MoU) diperkirakan akan ditandatangani selama kunjungan tersebut.
Setelah seremoni penandatanganan, kedua kepala pemerintahan melakukan pertemuan tertutup (closed-door meeting) untuk membahas tindak lanjut konkret dari setiap perjanjian, termasuk pembentukan Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) dan target implementasi proyek dalam jangka waktu 1–3 tahun ke depan.
Dampak dan Outlook Strategis
Kunjungan Presiden Prabowo ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi bilateral setelah tujuh tahun tanpa kunjungan presiden Indonesia ke Pakistan. Selain diplomasi formal, acara jamuan kenegaraan yang diselingi pertunjukan seni budaya juga menjadi bagian penting dalam diplomasi publik untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Lawatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi membawa agenda nyata untuk membangun kemitraan strategis yang lebih menyeluruh, memberikan fondasi baru bagi hubungan jangka panjang Indonesia dan Pakistan, serta membuka peluang signifikan dalam investasi, perdagangan produk halal, dan kolaborasi keamanan kawasan.
Editor: Redaksi TVRINews
