
dok. Kemenhaj
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Gowa
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan kekagumannya terhadap kuatnya nilai harkat, martabat, dan empati yang hidup dalam tradisi berhaji masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa. Nilai tersebut ia sebut sebagai semangat “Siri’ na Pacce” yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Dahnil saat menghadiri Bimbingan Manasik dan Pelepasan Jemaah Haji Kabupaten Gowa Tahun 1447 H/2026 M, Sabtu, 7 Februari 2026.
Ia mengaku sudah merasa antusias sejak menerima undangan untuk berkunjung ke Sulawesi Selatan. Antusiasme itu, kata dia, semakin bertambah ketika tiba langsung di Gowa.
“Saya sudah bersemangat ketika diminta datang ke Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa. Namun setelah tiba di sini, semangat itu terasa berlipat,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurutnya, Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu daerah dengan semangat berhaji yang sangat tinggi di Indonesia. Banyak kisah inspiratif lahir dari jemaah haji asal Makassar, Gowa, Bugis, dan wilayah sekitarnya.
Dahnil menegaskan, bagi masyarakat Sulawesi Selatan, ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual personal, melainkan juga bagian dari kehormatan dan tanggung jawab sosial. Nilai tersebut tercermin dalam konsep Siri’ na Pacce yang mengedepankan harga diri dan empati.
Ia mencontohkan sebuah peristiwa yang menurutnya mencerminkan kuatnya nilai tersebut. Beberapa waktu lalu, Kementerian Haji dan Umrah menerima hibah tanah seluas lebih dari 2.000 meter persegi di Denpasar dengan nilai sekitar Rp30 miliar dari perantau asal Sulawesi Selatan.
“Yang luar biasa, tanah itu hanya ingin digunakan untuk kepentingan haji,”ucapnya.
Awalnya, hibah tersebut direncanakan untuk Kementerian Agama. Namun setelah Kementerian Haji dan Umrah resmi dibentuk, aset tersebut akhirnya diserahkan khusus untuk mendukung penyelenggaraan haji.
Menurut Dahnil, peristiwa itu menjadi bukti nyata kecintaan dan kepedulian masyarakat Sulawesi Selatan terhadap penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Air.
Kunjungan ke Gowa juga meninggalkan kesan tersendiri baginya. Ia mengaku bahagia melihat kesiapan dan kerapian para calon jemaah, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, yang tampak mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga berpesan kepada para ketua kloter agar memberikan bimbingan secara tulus dan penuh empati kepada para jemaah.
“Bimbing jemaah agar meraih haji yang mabrur. Jadikan mereka duta kebaikan, bukan hanya untuk Gowa, tetapi juga untuk Indonesia,” pesannya.
Ia menilai semangat Siri’ na Pacce merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang berkeadaban, berempati, dan bermartabat.
Editor: Redaktur TVRINews
