
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 menunjukkan ketangguhan satuan pendidikan dalam menghadapi beragam kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan jaringan, gangguan listrik, hingga kondisi bencana. Meski dihadapkan pada berbagai hambatan, asesmen tetap berlangsung lancar melalui penyesuaian teknis tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan.
Berdasarkan pemantauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pelaksanaan TKA di berbagai daerah tetap terkendali berkat kesiapan sekolah serta koordinasi yang solid antar pemangku kepentingan.

Di Sulawesi Tenggara, TKA diikuti oleh 2.416 satuan pendidikan yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan dilaksanakan dalam empat gelombang. Pada hari pertama, sempat terjadi gangguan berupa pemadaman listrik dan jaringan di sejumlah lokasi. Namun, melalui koordinasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), dilakukan penyesuaian seperti penjadwalan ulang hingga pemindahan lokasi ujian.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Maybrat yang mengalami keterbatasan akses internet. Sejumlah sekolah memanfaatkan layanan satelit Starlink untuk menjaga koneksi tetap stabil, serta menyesuaikan lokasi ujian ke area dengan jaringan terbaik.
“Kami sangat antusias mengikuti TKA ini. Tim bekerja sama dengan baik sehingga pelaksanaan tetap berjalan lancar. Harapannya, kemampuan membaca dan berhitung murid dapat terus meningkat,”kata Kepala SD YPK Pison Fategomi, Orpa Bles, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Di Kota Kupang, kesiapan sekolah juga terlihat dari pelaksanaan TKA di SD Kasih Yobel yang diikuti 95 murid kelas VI dalam tiga sesi. Persiapan dilakukan melalui sosialisasi, penguatan materi, serta latihan soal secara intensif dengan dukungan orang tua.
Saat ujian berlangsung, sempat terjadi pemadaman listrik di sesi akhir. Namun, sistem cadangan memastikan proses tetap berjalan. Salah satu murid, Natania Aquina Kase, mengaku tidak mengalami kendala berarti.
“Soalnya cukup mudah dan waktunya cukup. Kami sudah sering latihan, jadi tetap bisa melanjutkan meskipun listrik sempat padam,”ungkap Natania.
Sementara itu, di Kabupaten Bungo, banjir yang menggenangi ruang kelas di SDN 17/II Lubuk Landai tidak menyurutkan semangat murid untuk mengikuti asesmen. Dengan pendampingan guru dan pengawas, pelaksanaan tetap berjalan tertib dan kondusif.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menegaskan pentingnya pemanfaatan hasil TKA secara optimal untuk mendukung kebijakan pendidikan berbasis data.
“Ke depan, hasil TKA harus dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan, baik untuk memperbaiki proses pembelajaran maupun menyusun kebijakan agar intervensi pendidikan lebih tepat sasaran,”ujar Toni.
Berbagai pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi tantangan.
Editor: Redaksi TVRINews
