
Foto: dok. Puspen TNI
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Padukuhan Klangkapan dan Klaci di Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Sleman, resmi dinyatakan rampung 100 persen, Kamis, 2 April 2026.
Infrastruktur ini kini berdiri kokoh dengan warna yang mencolok, siap menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga setempat.
Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik semata.
"Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini adalah amanah untuk membuka isolasi geografis yang selama ini dirasakan warga Margoluwih. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Letkol Reindi di Sleman, Kamis, 2 April 2026.
Jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut memegang peranan krusial dalam aktivitas ekonomi. Dengan berfungsinya jembatan ini, warga dapat memangkas jarak tempuh antar-dusun hingga 3 kilometer, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Proses pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara personel Kodim 0732/Sleman, relawan, dan warga setempat. Gotong royong ini menjadi bukti sinergi kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di tingkat daerah.
Letkol Reindi menambahkan, sebelum adanya jembatan permanen ini, warga hanya mengandalkan jembatan bambu hasil swakelola.
"Kondisinya selalu tergerus air jika air sukai banjir," tambahnya.
Kini, dengan struktur yang lebih kuat dan gagah, Jembatan Gantung Garuda menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas warga.
Editor: Redaktur TVRINews
