
Kemendiktisaintek Dorong Sinergi Nasional–Global untuk Semikonduktor Melalui ISS 2026
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah menggelar Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem semikonduktor nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dengan rantai nilai global. Dimana, forum ini menghadirkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas heliks antara pemerintah, kampus, dan industri.
“Talenta menjadi prasyarat utama bagi kedaulatan dan daya saing semikonduktor. Perlu penataan pengembangan SDM agar fokus pada bidang desain, fabrikasi, assembly, packaging, hingga testing,” ujarnya kutip Sabtu, 31 Januari 2026.
Lebih lanjut, Fauzan juga menyoroti potensi besar sumber daya manusia Indonesia, dengan hampir 10 juta mahasiswa, 4.416 perguruan tinggi, dan lebih dari 300 ribu akademisi.
Dirjen Fauzan juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk membangun talenta, meningkatkan kualitas riset, dan memperkuat keterkaitan industri agar inovasi cepat tersambung dengan kebutuhan pasar.
“Kolaborasi terstruktur akan memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain yang memiliki kapasitas desain, pengembangan, dan produk semikonduktor bernilai tambah,” kata dia lagi.
Dikesempatan yang sama, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jika pengembangan industri semikonduktor nasional tidak bisa instan
“Pada langkah m awal harus fokus pada pengembangan talenta dan desain chip, sebagai fondasi dari hulu ke hilir,” imbuhnya.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menekankan posisi strategis semikonduktor di kancah global.
Ia juga mendorong pengembangan kemampuan desain dan perluasan kerja sama internasional untuk memperkuat kapasitas SDM dan akses ke ekosistem global.
Editor: Redaksi TVRINews
