
Foto: Ilustrasi (dok. Kemendikdasmen)
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.741 sekolah di Sumatra telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran pascabencana. Data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 27 Februari 2026 menunjukkan total nilai bantuan mencapai Rp1,254 triliun, dengan realisasi pencairan sebesar Rp411,4 miliar.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan percepatan pemulihan pembelajaran menjadi prioritas pemerintah agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi, meski dalam situasi darurat.
“Setiap anak berhak kembali belajar dalam kondisi aman dan nyaman. Karena itu, percepatan pencairan anggaran dan penyempurnaan mekanisme penyaluran bantuan menjadi langkah konkret agar ruang-ruang belajar yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan dan pembelajaran berjalan kembali,”kata Gogot dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan, proses pencairan sempat mengalami penundaan pekan ini akibat adanya adendum PKS yang menyesuaikan penambahan kebutuhan mebelair dalam menu revitalisasi. Namun, pada pekan depan jumlah PKS ditargetkan bertambah 248 sekolah, dan pencairan anggaran untuk sekolah yang telah menandatangani PKS akan terus berjalan.
Selain itu, Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) juga melakukan pembukaan blokir anggaran bantuan pemerintah (Banpem) sebesar Rp21,6 miliar. Proses tersebut ditargetkan rampung pekan depan agar dana dapat segera disalurkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran pada masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Di sisi lain, bantuan untuk guru terdampak juga terus disalurkan. Hingga kini, dana sebesar Rp220 miliar telah diterima sekitar 36 ribu guru. Sementara itu, sekitar 23 ribu guru lainnya masih dalam tahap verifikasi.
Kemendikdasmen juga membuka akses informasi publik terkait perkembangan sekolah terdampak banjir dan longsor susulan melalui laman resmi referensi data kementerian, sehingga masyarakat dapat memantau pembaruan secara berkala.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulihan pendidikan berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel demi menjamin keberlanjutan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik terdampak bencana.
Editor: Redaktur TVRINews
