
Bantuan Udara 4,1 Ton Dikirim ke 3 Kabupaten Terdampak di Sumbar
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Upaya penanganan darurat di Sumatra Barat terus dikejar. Per hari ini, Selasa, 2 Desember 2025, total 4,1 ton bantuan diterbangkan menuju sejumlah wilayah yang masih terisolir akibat banjir dan longsor.
Pengiriman lewat udara menjadi pilihan utama karena sejumlah akses darat belum sepenuhnya dapat dilalui.
Hingga pukul 15.00 WIB, helikopter milik BNPB, Basarnas dan TNI bergerak ke tiga kabupaten: Pasaman Barat, Agam dan Pesisir Selatan.
Mayoritas bantuan dialokasikan untuk Kabupaten Agam. Di Palembayan, helikopter menurunkan 2,7 ton logistik, sementara ke Malalak dikirimkan 535 kilogram.
Di Pasaman Barat, bantuan 650 kilogram diturunkan di wilayah Talamau. Sedangkan ke Pesisir Selatan, tepatnya di Muaro Aia, bantuan yang tiba mencapai 215 kilogram.
Logistik yang dikirim terdiri dari kebutuhan pangan dan non-pangan. Di antaranya beras, minyak goreng, gula, makanan bayi, air mineral, mi instan dan paket lauk pauk. Bantuan non-pangan yang dibawa meliputi popok bayi, pembalut, perlengkapan mandi, tikar, selimut dan pakaian bayi.
Setiap helikopter memiliki kapasitas angkut berbeda. Helikopter TNI AU mampu membawa hingga 2 ton, sedangkan helikopter Basarnas berkapasitas 350 kilogram dan helikopter BNPB sekitar 150 kilogram.
Sementara itu, BNPB mencatat beberapa titik masih terisolir, terutama di Kota Padang, Padang Pariaman dan Agam.
Alat berat sudah digerakkan ke beberapa lokasi, namun kebutuhan tambahan masih cukup besar agar pembukaan akses bisa dipercepat. Perbaikan jalur darat dinilai penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lebih merata dan mendukung mobilitas warga.
BPBD Sumatra Barat melaporkan jumlah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Pesisir Selatan dengan 83.463 jiwa. Di Kabupaten Agam tercatat 6.320 jiwa mengungsi, disusul Kota Padang 4.456 jiwa, Solok 3.133 jiwa dan Pasaman Barat 2.607 jiwa.
Hingga sore hari, operasi udara masih terus dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang belum bisa ditembus jalur darat. BNPB, TNI AU dan Basarnas memastikan pengiriman tidak berhenti sampai seluruh wilayah terdampak dapat terlayani.
Editor: Redaktur TVRINews
