
dok. BMKG
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap sejumlah grup dan kanal Telegram yang mencatut nama Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG secara ilegal. Akun-akun tersebut menggunakan nama, logo, dan atribut visual BMKG untuk menyebarkan informasi peringatan dini gempa bumi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa BMKG tidak pernah merilis informasi peringatan dini gempa dengan parameter seperti yang beredar di kanal tersebut. Ia menjelaskan, sistem InaEEWS hingga kini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas, serta belum diluncurkan secara resmi kepada publik.
“Sistem InaEEWS BMKG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas, serta belum diluncurkan secara resmi untuk publik luas di Indonesia,”kata Nelly dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
BMKG menemukan bahwa akun Telegram tersebut sengaja meniru identitas dan tampilan resmi InaEEWS untuk membangun kepercayaan publik secara tidak sah. Informasi yang disebarkan disebut sebagai bentuk disinformasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyatakan akun ilegal tersebut menyebarkan parameter peringatan dini gempa palsu dan menyalahgunakan data real-time InaEEWS tanpa izin.
“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi peringatan dini pada kanal Telegram tersebut merupakan disinformasi. Akun yang mengatasnamakan InaEEWS BMKG adalah profil palsu dan bukan saluran resmi pemerintah,”ungkap Fachri.
BMKG juga memastikan bahwa hingga saat ini InaEEWS tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk mendiseminasikan informasi peringatan dini gempa. Selain itu, BMKG tidak pernah memungut biaya atau menyediakan layanan peringatan dini berbayar.
Lembaga tersebut mengingatkan bahwa tindakan oknum pengelola akun ilegal tidak hanya merusak kredibilitas BMKG sebagai satu-satunya institusi resmi pemerintah yang berwenang dalam informasi kegempaan, tetapi juga membahayakan keselamatan publik.
BMKG mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial terverifikasi BMKG, atau situs resmi BMKG untuk memperoleh informasi gempa bumi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Editor: Redaktur TVRINews
