
Kementerian ESDM
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai upaya untuk memperluas akses listrik ke seluruh pelosok Indonesia. Program ini menyasar sekitar 780 ribu rumah tangga yang hingga kini belum menikmati layanan listrik.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan energi, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau infrastruktur kelistrikan.
“Masih ada sekitar 780 ribu saudara kita yang belum memiliki akses listrik. Program ini menjadi solusi untuk pemerataan energi nasional,” ujar Jisman dalam keterangan yang dikutip, Senin, 2 Juni 2025.
Program Listrik Desa dirancang oleh Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) dan akan diimplementasikan dalam periode 2025 hingga 2029. Melalui pemetaan yang dilakukan hingga tingkat dusun dan klaster perumahan, program ini menargetkan penyediaan akses listrik untuk 10.068 desa atau dusun serta sekitar 783.451 pelanggan, dengan total kapasitas listrik mencapai 394.157 kW/kWp.
Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk melaksanakan program ini mencapai Rp50 triliun. Selain perluasan jaringan, pembangunan pembangkit dengan kapasitas 394 megawatt (MW) juga direncanakan demi memastikan pasokan listrik yang stabil.
Jisman juga menekankan pentingnya pemberian subsidi listrik bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong keadilan energi.
“Ada masyarakat di wilayah 3T yang berhak menerima subsidi listrik. Ini bagian dari kewajiban negara,” tambahnya.
Melalui program Lisdes, pemerintah menargetkan elektrifikasi untuk 5.758 desa yang belum teraliri listrik, serta memastikan layanan listrik dapat dinikmati secara penuh selama 24 jam oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali.
Editor: Redaktur TVRINews
