
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya mencatat korban tewat akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang. Hal tersebut, diungkapkan oleh Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan beruntun tersebut.
Selain itu, ia juga menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujarnya.
Diinformasikan, insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026. malam sekitar pukul 20.55 WIB, diduga bermula dari sebuah taksi yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa sebelum terjadi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek 4 dengan KRL, rangkaian KRL lebih dahulu mengalami gangguan akibat temperan dengan kendaraan di jalur perlintasan langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL dekat Bulak Kapal,” ujar Franoto, Senin, 27 April 2026.
Akibat tabrakan awal tersebut, KRL berhenti di lintasan rel. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek 4 relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melaju di jalur yang sama dari arah belakang.
Kondisi ini memicu tabrakan susulan karena kereta jarak jauh tersebut tidak dapat berhenti tepat waktu saat mendekati rangkaian KRL yang tengah berhenti.
“Temperan itu yang membuat KRL terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ucap Franoto.
Editor: Redaksi TVRINews
