
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Jakarta
Pemimpin organisasi perempuan menekankan peran strategis perempuan dalam membangun harmoni sosial pasca-Ramadan.
Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) sekaligus Presiden Federasi Business and Professional Women Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, menyerukan penguatan solidaritas sosial di tengah momentum perayaan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat 20 maret 2026, Giwo menekankan bahwa berakhirnya bulan suci Ramadan harus menjadi titik balik bagi masyarakat untuk mempererat hubungan antar-sesama dan menumbuhkan empati yang lebih dalam.

Menurutnya, esensi Idulfitri melampaui sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah refleksi untuk kembali ke jati diri yang bersih dan tulus.
"Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan solidaritas. Kepada seluruh perempuan Indonesia, teruslah menjadi inspirasi bagi keluarga dan bangsa," ujar Giwo dalam keterangan tertulisnya.
Peran Strategis dalam Dinamika Sosial
Sebagai tokoh yang memimpin berbagai organisasi perempuan, termasuk Persatuan Perempuan Indonesia (PPI), Giwo menyoroti posisi krusial perempuan sebagai pilar stabilitas.
Ia menilai perempuan memiliki kemampuan unik dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, baik dalam lingkup domestik keluarga maupun struktur masyarakat yang lebih luas.
Ia berpendapat bahwa kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi, sosial, dan pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Semangat gotong royong yang menjadi napas Idulfitri diharapkan mampu mengonstruksi lingkungan yang lebih inklusif dan suportif bagi sesama.
Optimisme di Hari Kemenangan
Menghadapi tantangan global yang kian dinamis, Giwo mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat persatuan dan membangun optimisme kolektif.
Ia berharap pesan perdamaian yang dibawa oleh hari kemenangan ini dapat menghadirkan ketenangan batin bagi setiap individu.
“Semoga di hari kemenangan ini kita kembali suci. Kebahagiaan serta keberkahan semoga senantiasa menyertai kita semua,” tambahnya.
Melalui pesan penutupnya, Giwo yang dikenal aktif dalam pemberdayaan perempuan di level nasional maupun internasional ini, menyampaikan harapan agar Idulfitri 1447 H menjadi ruang untuk memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan bersama. Ia menutup pernyataannya dengan ucapan doa tradisional, "Taqabbalallahu minna wa minkum," sebagai simbol persaudaraan universal.
Editor: Redaksi TVRINews
