
Pemerintah Segera Rapat Bahas Kelanjutan 28 Perusahaan yang Dicabut Izinnya, Termasuk Tambang Emas Martabe
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, memberikan penjelasan terkait rencana tindak lanjut terhadap 28 perusahaan yang izinnya telah dicabut, termasuk isu pengambilalihan tambang emas Martabe oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menanggapi kabar mengenai penunjukan BUMN baru bernama Perminas untuk mengambil alih tambang tersebut, Rosan menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan kondisi perusahaan-perusahaan yang terdampak.
"Ya sebetulnya kita baru. saya kan baru meeting besok untuk sebetulnya tidak hanya itu ya, tapi kita melihat yang 28 itu karena ini kan juga menyangkut apa dari kami untuk memastikan juga perusahaan itu kondisinya tuh seperti apa gitu kan," ujar Rosan kepada awak media dikutip pada Kamis, 29 Januari 2026.
Rosan menjelaskan bahwa proses ini melibatkan koordinasi dengan beberapa kementerian lain mengingat adanya tenaga kerja dan aspek operasional yang masih berjalan di lokasi-lokasi tersebut.
"Kan mereka ada yang bekerja juga di situ, jadi kita lihat, ini kan tidak hanya dari segi itu udah dicabut, nah kan masih ada melibatkan beberapa kementerian lain ya. Jadi yang pasti kita akan tindak lanjuti itu semua, tetapi ya langkah-langkahnya kita baru meeting besok nih jam 8 pagi ama Pak Menko dengan semuanya lah gitu," lanjutnya.
Rapat koordinasi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat pagi pukul 08.00 WIB di Kantor Menteri Koordinator. Terkait nama BUMN yang akan ditunjuk untuk mengelola aset-aset tersebut, Rosan mengakui sudah ada beberapa kandidat namun belum bisa diumumkan ke publik.
"Ya sudah ada nama, tapi kan belum bisa saya ucapin. Nanti kita mau rapatin dulu soalnya besok jam 8 pagi ya," kata Rosan menanggapi pertanyaan mengenai keterlibatan Antam maupun Perhutani.
Selain membahas masalah pertambangan, Menteri Investasi juga memaparkan progres rencana pembangunan peternakan ayam dalam skala besar. Ia menyebutkan ada enam proyek yang tersebar di empat lokasi berbeda dan sudah siap untuk dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
"Pokoknya semua udah siap. Kita sih ada 6, semuanya udah siap. Paling mungkin awal Februari ya. Iya, ada di 4 lokasi," jelasnya mengenai rencana groundbreaking peternakan ayam tersebut.
Terkait status 28 perusahaan yang akan diambil alih, Rosan juga menegaskan posisi pemerintah mengenai isu kompensasi dari Danantara. Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan kompensasi karena status izinnya yang memang sudah dicabut.
"Kan itu sudah dicabut," pungkasnya secara singkat.
Editor: Redaksi TVRINews
