
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mempersiapkan penambahan Sekolah Rakyat rintisan di 10 titik di wilayah Jakarta dwan sekitarnya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan sekolah rakyat rintisan tersebut Akan memanfaatkan aset gedung milik berbagai instansi pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Adapun penambahan 10 sekolah tersebut dapat menampung sekitar 1.000 siswa.
"Insyaallah dari 10 titik yang sudah dinyatakan layak oleh Kementerian PU itu bisa menampung tidak kurang dari 1.000 siswa untuk Jakarta dan sekitarnya," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul, Rabu, 22 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, Kemensos akan berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Tagana Center di Hambalang.
"Di samping dengan lembaga administrasi negara kami juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memanfaatkan gedung-gedung sekolah milik kementerian perhubungan seperti Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, kemudian juga ada sekolah transportasi darat, juga di Curug ada penerbangan dan beberapa lagi dengan Kementerian Pertanian dan juga dengan BNN," jelasnya.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai program unggulan pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah, bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Editor: Redaktur TVRINews
