Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Aceh
bersama personel TNI bahu-membahu membersihkan sisa lumpur banjir bandang yang merendam rumah penduduk di Pidie.
Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh terus diintensifkan melalui kolaborasi antara personel TNI dan warga setempat.
Fokus utama saat ini adalah pembersihan material lumpur yang mengendap di kediaman penduduk serta sejumlah fasilitas publik guna memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi.
Di Desa Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, para prajurit TNI terlihat berjibaku dengan sisa-sisa banjir bandang yang meninggalkan lapisan lumpur tebal di dalam rumah warga. Menggunakan peralatan manual seperti sekop dan gerobak roda tiga, personel
militer ini mengevakuasi sedimen dari unit-unit hunian, termasuk rumah milik Fitri, salah satu warga yang terdampak.
Fitri tidak tinggal diam; ia turut aktif membantu para prajurit mengangkut lumpur dari ruang tamu menuju halaman rumahnya.
"Kami berupaya agar rumah ini segera layak huni kembali," ujarnya di sela-sela aktivitas pembersihan pada Minggu 11 januari 2026.
Kendala Teknis di Lapangan
Kondisi pemukiman yang padat dan akses jalan yang sempit menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Hal ini menyebabkan penggunaan alat berat tidak memungkinkan, sehingga proses pembersihan dilakukan secara manual untuk menjangkau setiap sudut ruangan, termasuk di kediaman warga lainnya seperti rumah Darni dan Usman.
Selain menyasar area interior, TNI juga memfokuskan pengerjaan pada drainase lingkungan. Parit-parit yang tersumbat material banjir dibersihkan secara bertahap untuk memastikan sistem pembuangan air kembali berfungsi normal dan mencegah terjadinya genangan baru jika hujan kembali turun.
Langkah serupa juga dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan laporan di lapangan, personel TNI telah merambah ke fasilitas vital seperti Kantor Desa Alur Manis di Kecamatan Rantau.
Pembersihan akses utama kantor tersebut menjadi prioritas agar roda pelayanan administrasi kepada masyarakat tidak terhambat lebih lama.
Sektor religi pun turut mendapatkan perhatian. Di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Bendahara, prajurit TNI bersama warga bergotong royong membersihkan Meunasah Masjid.
Setelah tumpukan lumpur disingkirkan, petugas melakukan penyemprotan air ke seluruh area bangunan untuk memastikan tempat ibadah tersebut kembali bersih dan dapat digunakan oleh jamaah.
Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat fase rehabilitasi pascabencana di Aceh, dengan mengedepankan sinergi antara aparat keamanan dan kekuatan masyarakat sipil.
Editor: Redaktur TVRINews
