
Foto: Menteri Kebudayaan, Fadil Zon. (TVRINews/HO-Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut capaian ini sebagai bukti ketangguhan ekosistem perfilman Indonesia.
Industri perfilman nasional menorehkan sejarah baru di penghujung 2025. Jumlah penonton film Indonesia sepanjang tahun ini mencapai 80.270.000 orang, melampaui rekor tahun 2024 yang berada di angka 80.210.000 penonton. Capaian ini menegaskan posisi film nasional yang semakin kokoh sebagai pilihan utama masyarakat di negeri sendiri.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan, rekor tersebut mencerminkan ketangguhan ekosistem perfilman Indonesia di tengah berbagai tantangan.
“Ini bukan sekadar rekor, tetapi bukti bahwa industri film kita mampu bertahan dan berkembang,” ujar Fadli, dalam keterangan tertulis yang diterima TVRINews.com, Sabtu, 10 Januari 2026.
Apresiasi Pemerintah
Fadli Zon menilai keberhasilan ini sangat berarti mengingat sepanjang 2025 operasional sejumlah bioskop sempat terdampak kondisi sosial di beberapa wilayah. Namun antusiasme penonton tetap tinggi dan menjadi pendorong utama kebangkitan industri.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap film nasional.
“Sebanyak 201 judul film dirilis tahun ini. Ini menunjukkan kreativitas sineas Indonesia terus tumbuh dan menjadi modal untuk bersaing secara global,” kata Mahendra.
Produksi Film Terus Meningkat
Sepanjang 2025, sebanyak 201 film Indonesia;beredar di bioskop. Genre horor menjadi yang terbanyak dengan 90 judul, diikuti 66 film drama, serta genre lain seperti komedi, laga, dan religi.
Di sisi produksi, Direktorat Jenderal PPPK mencatat penerbitan 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF), dengan sekitar 54 persen di antaranya merupakan produksi film, baik film panjang, pendek, serial, maupun format lainnya.
Puluhan Ribu Karya Lulus Sensor
Selama Januari–Desember 2025, tercatat 41.092 film dan iklan dinyatakan lulus sensor. Dari jumlah tersebut, 64,4 persen merupakan produksi nasional, sementara 35,6 persen berasal dari film impor.
Berdasarkan klasifikasi usia, karya yang lulus sensor terdiri atas 11.930 kategori Semua Umur, 19.859 kategori 13+, 8.982 kategori 17+, dan 321 kategori 21+.
Film Impor dan Produksi Asing
Layanan Surat Rekomendasi Impor Film (SRIF) sepanjang 2025 mencapai 1.038 permohonan dari 36 perusahaan, dengan film impor berasal dari 52 negara. Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok menjadi negara asal terbanyak.
Indonesia juga semakin diminati sebagai lokasi produksi film asing. Tercatat 2.114 kru internasional melakukan pengambilan gambar di berbagai daerah, dengan 158 persetujuan shooting yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan.
Menuju Industri yang Lebih Kuat
Kementerian Kebudayaan menegaskan akan terus memperkuat ekosistem perfilman melalui regulasi yang adaptif, layanan publik yang lebih baik, serta kolaborasi dengan pelaku industri nasional dan internasional.
Capaian sepanjang 2025 ini dinilai menjadi pijakan penting agar film Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga tampil sebagai kekuatan budaya di panggung global.
Editor: Redaktur TVRINews
