
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto: Tangkapan Layar YouTube TVR Parlemen)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kemensos menyiapkan Skema pembiayaan adaptif Rp2 triliun difokuskan untuk santunan, jaminan hidup, hunian, dan pemulihan ekonomi korban.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema dan simulasi pendanaan bansos adaptif kebencanaan. Dari total kebutuhan pemulihan yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun, sebanyak Rp600 miliar telah siap disalurkan untuk mendukung pemulihan para korban bencana.
Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Banda Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026.
“Kami sudah melakukan simulasi dan menyiapkan skema pembiayaan berbasis rincian output sesuai arahan langsung Presiden. Dari simulasi itu, saat ini dana yang sudah siap disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” ujar Gus Ipul.
Alokasi Anggaran Pemulihan
Gus Ipul merinci sejumlah alokasi anggaran yang telah disiapkan pemerintah. Untuk santunan ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat disediakan dana lebih dari Rp17 miliar. Sementara itu, jaminan hidup bagi korban disiapkan lebih dari Rp326 miliar.
Selain itu, anggaran untuk pengisian hunian sementara dan hunian tetap (huntara dan huntap) mencapai Rp169 miliar, sedangkan pemberdayaan ekonomi korban disiapkan sebesar Rp141 miliar.
Dana tersebut, kata Gus Ipul, telah dilaporkan kepada Kementerian Keuangan dan akan dimintakan persetujuan Kementerian Dalam Negeri untuk tahap pencairan berikutnya.
Santunan dan Jaminan Hidup
Selain dukungan anggaran, Kementerian Sosial juga terus menyalurkan bantuan langsung kepada korban. Gus Ipul menyebut dapur umum dan bantuan logistik masih beroperasi hingga saat ini.
Untuk santunan korban meninggal dunia, pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 140 ahli waris. Namun, untuk korban luka berat, Kemensos masih menunggu usulan resmi dari pemerintah daerah.
“Semua bantuan disalurkan setelah ditetapkan oleh kepala daerah. Data terus berkembang dan kami berharap segera lengkap agar bisa segera disalurkan,” ujarnya.
Bantuan untuk Penghuni Huntara dan Huntap
Kemensos juga menyiapkan bantuan bagi keluarga yang tinggal di hunian sementara dan hunian tetap. Setiap keluarga akan menerima bantuan pengisian rumah sebesar Rp3 juta, serta dukungan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga berdasarkan hasil asesmen.
Selain itu, pemerintah menyediakan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per hari untuk kebutuhan lauk-pauk selama tiga bulan.
“Semua bantuan ini akan segera kami salurkan setelah data penerima benar-benar final,” kata Gus Ipul.
Editor: Redaktur TVRINews
