
dok. Istimewa
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Darussalam Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, saat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian melaksanakan salat tarawih berjemaah bersama masyarakat setempat pada malam pertama Ramadan 2026.
Sebelum tarawih, Tito yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) lebih dulu berbuka puasa bersama warga terdampak banjir, termasuk para penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang. Ia turut melaksanakan salat Magrib dan Isya di masjid tersebut.
Tito mengaku bersyukur dapat menjalani ibadah di tengah masyarakat Aceh Tamiang pada awal Ramadan.
Ia menyebut keinginan untuk hadir langsung di daerah terdampak sudah muncul bahkan sebelum dirinya ditunjuk oleh Prabowo Subianto sebagai Kasatgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Wilayah Sumatera.
"Karena saya melihat dari tiga provinsi yang ada (terdampak bencana), 52 kabupaten/kota salah satu yang terdampak paling berat adalah di Aceh Tamiang," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, kehadiran pada malam pertama Ramadan menjadi simbol bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam terhadap musibah yang dialami masyarakat.
"Bahwa saya wakil pemerintah pusat hadir di sini, bukan untuk apa-apa, tapi memberikan sinyal bahwa kami pemerintah pusat tidak meninggalkan Bapak-Ibu sekalian," ucap Tito.
Ia menuturkan proses pemulihan di Aceh Tamiang terus berjalan dan mulai menunjukkan hasil. Aktivitas pemerintahan kembali berjalan, distribusi bahan bakar minyak tersedia, serta pasar mulai beroperasi.
Meski demikian, sejumlah persoalan masih menjadi prioritas, seperti penanganan pengungsi, percepatan pembersihan lumpur, dan penyediaan air bersih.
"Kita akan selesaikan sampai tuntas," kata Tito.
Tito juga menyampaikan pemerintah telah menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat banjir.
Bantuan tersebut meliputi Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang.
Di tengah suasana tarawih yang penuh kekhusyukan, ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam mempercepat pemulihan.
"Kebersamaan sangat penting sekali dan semangat dari kita semua," tutur Tito.
Editor: Redaktur TVRINews
