
Dok. Kemenhub
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Semarang
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan seluruh simpul transportasi di Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya potensi pergerakan masyarakat menuju wilayah tersebut selama periode libur akhir tahun.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat Nataru 2025/2026 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Jawa Tengah diprediksi menjadi tujuan favorit nasional dengan angka kunjungan mencapai 16,93 persen atau sekitar 20,23 juta orang.
“Pergerakan masyarakat di Jawa Tengah saat libur Nataru diperkirakan cukup tinggi. Karena itu, kami memastikan sarana dan prasarana transportasi di wilayah ini dalam kondisi siap dan optimal untuk melayani masyarakat,”kata Menhub Dudy dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Desember 2025.
Survei BKT juga mencatat sejumlah simpul transportasi di Jawa Tengah berpotensi menjadi yang terpadat secara nasional. Stasiun Tawang Semarang diprediksi menempati peringkat keempat dengan jumlah penumpang sekitar 284 ribu orang, disusul Stasiun Solo Balapan dengan sekitar 200 ribu penumpang, Stasiun Purwokerto sebanyak 188 ribu penumpang, dan Stasiun Kutoarjo sekitar 165 ribu penumpang.
Sementara itu, Terminal Tirtonadi Solo diperkirakan masuk peringkat tujuh terminal terpadat dengan sekitar 205 ribu penumpang, dan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berada di peringkat tujuh bandara tujuan terpadat dengan prediksi 138 ribu penumpang.
Di sektor perkeretaapian, Menhub meninjau langsung kesiapan Stasiun Tawang dan Stasiun Weleri, serta mengecek sejumlah titik rawan bencana di lintas Semarang–Gambringan yang berpotensi terdampak banjir dan longsor. Ia meminta jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk melakukan mitigasi risiko secara berkelanjutan, termasuk pemeriksaan rutin jembatan tua dan antisipasi genangan akibat penurunan tanah serta rob di wilayah Pekalongan.
Pada sektor transportasi laut, Menhub meninjau Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti PT Pelindo, PT PELNI, dan PT Dharma Lautan Utama. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran selama angkutan Nataru.
“Kesiapan dan mitigasi risiko di Pelabuhan Tanjung Emas sudah berjalan baik, khususnya dalam menghadapi cuaca ekstrem, potensi kemacetan pelabuhan, banjir rob, hingga risiko keterlambatan dan kecelakaan kapal,” tegasnya.
Menhub juga meninjau Terminal Tipe A Bawen dan menyaksikan langsung kegiatan ramp check terhadap bus angkutan antar kota antar provinsi (AKAP). Menurutnya, kesiapan layanan angkutan jalan di terminal tersebut telah memenuhi standar dan siap melayani lonjakan penumpang.
Secara umum, Menhub Dudy menilai seluruh stakeholder transportasi di Jawa Tengah telah siap menghadapi masa libur Nataru 2025/2026. Ia optimistis lonjakan pergerakan masyarakat dapat dikendalikan melalui koordinasi dan kolaborasi yang solid antarinstansi.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Saya minta seluruh stakeholder di semua matra melakukan ramp check secara rutin dan sesuai prosedur, dengan target Zero Accident dan Zero Fatality selama penyelenggaraan Nataru,”jelasnya.
Sebelumnya, Menhub juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk membahas berbagai potensi kerawanan, mulai dari kemacetan di jalur arteri akibat pasar tumpah, kepadatan kawasan wisata, hingga perlintasan sebidang kereta api. Menhub mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyukseskan angkutan Nataru tahun ini.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan bepergian saat libur Nataru agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi kesehatan, mewaspadai cuaca ekstrem, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, serta Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
Editor: Redaksi TVRINews
