
Foto: Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat meresmikan Museum Sejarah Ternate.
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum Sejarah Ternate yang berada di kompleks Situs Benteng Oranje, salah satu peninggalan terpenting dalam sejarah rempah Nusantara.
Peresmian ini sekaligus menandai komitmen pemerintah memperkuat museum sebagai ruang belajar publik yang hidup, relevan, dan mampu menghidupkan kembali memori sejarah.
Museum Harus Hidup dan Dinamis
Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa museum tidak boleh dikelola secara pasif. Ia menilai museum harus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
“Museum harus hidup, dinamis, dan kontekstual. Narasi sejarah harus diperkuat melalui film, musik, hingga platform lain,” ujar Menbud, dikutip Jumat, 28 November 2025.
Ia menambahkan, museum idealnya menjadi ruang interaksi publik yang mendorong literasi sejarah sekaligus pusat aktivitas kebudayaan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan pentingnya kembali mengangkat gagasan besar tentang kemasyhuran Ternate.
“Ternate menjadi pusat kemasyhuran rempah Nusantara. Narasi itu harus menjadi edukasi generasi sekarang,” katanya.
Kementerian Kebudayaan menyebut Maluku Utara memiliki ekosistem sejarah yang sangat kaya. Pemerintah berkomitmen mempercepat pemajuan kebudayaan melalui revitalisasi situs sejarah, penguatan museum, dan pengembangan ekonomi budaya.
Benteng Oranje, Saksi Sejarah Rempah Nusantara
Benteng Oranje, tempat museum baru itu berdiri, merupakan salah satu situs strategis dalam sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Maluku Utara. Dibangun Portugis, direbut Spanyol, lalu diserahkan ke VOC, benteng ini dipugar kembali oleh Cornelis Matelief De Jonge pada 1607 dan dinamai Fort Oranje oleh Francois Witlentt pada 1609.
Pada abad ke-17, Benteng Oranje berfungsi sebagai pusat pemerintahan Gubernur Jenderal VOC dan pusat pengelolaan perdagangan rempah yang menghubungkan Nusantara dengan pasar Eropa.
Editor: Redaksi TVRINews
