TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut jika teknologi memiliki peran yang krusial dalam mendorong perubahan besar di sektor pendidikan nasional, terutama dalam memperluas jangkauan akses dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan jika saat ini perubahan besar dalam akses pengetahuan yang kini semakin terbuka berkat kemajuan teknologi.
Ia menyebut, kondisi tersebut telah mendorong terciptanya pemerataan akses ilmu bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Beberapa waktu lalu, pengetahuan hanya milik kelompok-kelompok tertentu, tetapi sekarang tidak lagi. Masyarakat dapat belajar langsung dari seorang profesor di Top University karena adanya teknologi. Pengetahuan dapat diakses oleh semua kelompok dari berbagai kalangan. Jadi ini poin utama teknologi membuat demokrasi pengetahuan,” tegas Menteri Brian kutip Minggu, 3 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan walaupun akses semakin luas, tetapi pengelolaan teknologi yang tepat sangat penting. Hal ini karena, agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam proses pembelajaran.
Tanpa perencanaan yang matang, lanjutnya teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal.
Di sisi lain, Mendiktisaintek menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak akan menggantikan peran tenaga pendidik.
Ia menilai jika, guru dan dosen memiliki posisi yang semakin penting dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik di tengah derasnya arus informasi.
“Guru dan dosen menjadi garda terdepan kemajuan SDM juga teknologi. Mereka tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, tetapi justru perannya semakin vital, bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi mentor dengan wawasan yang terbuka akan teknologi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan ilmu dasar tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah. Tanpa pemahaman fundamental yang kuat, pemanfaatan teknologi dinilai tidak akan optimal.
“Saya selalu melihat ilmu-ilmu dasar merupakan sesuatu yang tidak bisa digantikan. Jadi seseorang yang memiliki pengetahuan fundamental yang kuat, maka dia akan bisa mengikuti perkembangan teknologi,” kata dia.
Lebih jauh, Mendiktisaintek mengingatkan bahwa teknologi memiliki potensi positif sekaligus risiko. Jika tidak dimanfaatkan secara bijak, teknologi justru dapat menimbulkan ketergantungan dan melemahkan daya saing.
Karena itu, pendidikan harus tetap diarahkan pada pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta penguatan daya saing generasi muda.
Dalam upaya mempercepat transformasi pendidikan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas juga menjadi faktor penting. Ketiganya dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pemerintah berfokus pada kebijakan dan pemerataan akses, industri menghadirkan inovasi, sementara komunitas memberikan pemahaman terhadap kebutuhan riil di masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks.










