
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus mendorong transformasi pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui peningkatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas, serta dukungan teknologi pembelajaran.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan keterbatasan bukan halangan untuk menghadirkan pembelajaran bermakna.
“Pemerintah akan memastikan dukungan lebih merata, mulai dari peningkatan kompetensi hingga akses teknologi pembelajaran,”ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
Sebagai bentuk dukungan, pada 2025 sebanyak 43.393 guru menerima Tunjangan Khusus Guru (TKG) sebesar Rp2 juta per bulan, dengan total anggaran lebih dari Rp636 miliar.
Guru Matematika di SMAS Ilmanah, Risky Jalil, mengaku tantangan terbesar adalah akses transportasi dan keterbatasan fasilitas. Namun, ia tetap berinovasi dengan memanfaatkan benda sekitar sebagai media belajar.
“Dengan tunjangan khusus, kami lebih termotivasi dan proses pembelajaran jadi lebih stabil,” kata Risky.
Melalui dukungan kebijakan dan dedikasi guru, pemerataan kualitas pendidikan di wilayah 3T terus diperkuat.
Editor: Redaksi TVRINews
