
Ini Penyebab Hujan Yang Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Hujan hampir rata mengguyur wilayah Indonesia hari ini. Hal ini berdasarkan laman BMKG prediksi cuaca hari ini.
Sebelumnya BMKG melalui TCWC Jakarta (Tropical Cyclone Warning Center) mengidentifikasi adanya pembentukan 1 Siklon Tropis di sekitar Samudra Hindia sebelah Barat Daya Bengkulu, dan 1 Bibit Siklon di sekitar Utara Australia.
Siklon tropis ANGGREK dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan berupa :
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter di : Samudra Hindia barat Kep. Nias, Perairan Bengkulu, Perairan barat Lampung, serta Selat Sunda bagian selatan;
Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter di : Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Perairan Kep. Enggano, serta Samudra Hindia Selatan Banten.
Bibit Siklon 99S dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan berupa:
Hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah NTT, Maluku, dan Papua bag. Selatan.
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m (Moderate Sea): Samudra Hindia selatan Kupang - P.Rote, Laut Flores, Laut Banda bagian utara, Perairan Utara Kep. Kai - Aru, Perairan Amamapere - Agats, Perairan Yos Sudarso.
Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m (Rough Sea): Laut Banda bagian selatan, Perairan Kep. Sermata hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kai - Aru, Laut Arafuru.
sistem Siklon Tropis ANGGREK dan Bibit Siklon 99S dapat diidentifikasi adanya fenomena lain yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, yaitu; Madden Jullian Oscillation (MJO) yang mulai aktif di wilayah Indonesia dan disertai dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Wave, selain itu penguatan aliran Monsun Asia Musim Dingin cukup berkontribusi juga untuk memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan.
Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau untuk:
1. Menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak,
2. Menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya,
3. Mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan,
4. Stakeholder terkait dapat terus mengintensifkan koordinasi dalam rangka antisipasi bencana hidrometeorologi,
5. Informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca yang lebih detail untuk potensi hujan lebat hingga level kecamatan dapat diakses lebih lengkap di app @InfoBMKG,
6. Selalu memantau perkembangan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG:
Baca Juga: Hujan Ringan Hingga Lebat Guyur Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Hari ini, Tetap Waspada!
Editor: Redaktur TVRINews
