
BPKH Berangkatan Sebanyak 15 Bus dari Lampung ke Pulau Jawa (Foto: Humas BPKH)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Bandar Lampung
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberangkatkan 675 perantau asal Lampung menuju Pulau Jawa melalui program “Balik Kerja Bareng BPKH 2026” dengan mengerahkan 15 unit bus eksekutif. Pelepasan peserta dilakukan di Masjid Al Bakrie, Bandar Lampung, Senin, 23 Maret 2026.
Adapun program ini untuk membantu masyarakat kembali ke tempat kerja pasca-libur Idulfitri 1447 H, sekaligus meringankan beban finansial para perantau.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira, mengungkapkan bahwa Lampung dipilih sebagai titik keberangkatan strategis karena menjadi satu-satunya lokasi pelaksanaan program ini di Pulau Sumatra.
“Hari ini kami memberangkatkan 675 perantau asal Lampung, Program ini merupakan wujud komitmen BPKH untuk memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam membantu meringankan beban finansial perantau saat arus balik,” ujar Acep saat melepas rombongan.
Seluruh peserta, kata Acep, mendapatkan fasilitas lengkap secara gratis, mulai dari bus kelas eksekutif, konsumsi selama perjalanan, hingga atribut pendukung lainnya.
Acep menegaskan, pembiayaan program ini tidak bersumber dari pokok dana setoran awal haji milik jemaah. Dana yang digunakan murni berasal dari nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU).
“Dana yang digunakan berasal dari nilai manfaat pengelolaan DAU, bukan dari pokok dana haji, sehingga prinsip kehati-hatian dan kebermanfaatan tetap terjaga,” tegasnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2026, program "Balik Kerja Bareng BPKH 2026" secara nasional menargetkan total 2.700 peserta yang tersebar di empat kota utama, yakni Lampung, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta.
Tingginya minat masyarakat terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang membeludak hingga mencapai lebih dari 11.000 orang di seluruh Indonesia.
Melalui inisiatif ini, BPKH berharap dapat terus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas serta memperkuat peran lembaga dalam mengelola dana umat secara amanah, transparan, dan berdampak positif bagi kesejahteraan bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews
