
Iftitah Percepat Penanganan Banjir di Lima Kawasan Transmigrasi Aceh
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Aceh
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, bergerak cepat mempercepat penanganan banjir yang menimpa lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh.
Respons cepat ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden agar bantuan untuk masyarakat disalurkan secepat mungkin, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.
Lima kawasan transmigrasi yang terdampak meliputi Harus Muda Jaya di Bireuen, Cot Girek di Aceh Utara, Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang di Bener Meriah, serta Ketapang Nusantara di Aceh Tengah.
Turun ke Lapangan untuk Pastikan Respons Cepat
Menteri Iftitah mengungkapkan bahwa laporan tentang kondisi lima kawasan transmigrasi sudah diterima sejak tiga hari lalu dari Tim Ekspedisi Patriot. Ia menegaskan bahwa seluruh laporan langsung ditindaklanjuti secara berjenjang agar intervensi dapat dilakukan cepat dan tepat.
"Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan bantuan bisa bergerak segera ke lokasi-lokasi yang terisolasi," kata Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, pada Minggu, 30 November 2025.
Untuk mempercepat penanganan, Iftitah bergerak langsung ke Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu pagi (29/11) sebagai tim pendahulu.
Kehadirannya di lapangan penting untuk memverifikasi kondisi sekaligus mendorong tim bantuan udara agar berani mendarat di tengah kondisi cuaca yang berubah cepat.
Begitu Menteri Iftitah tiba di Bener Meriah, pesawat Caravan pertama yang membawa logistik berhasil mendarat setelah sebelumnya sempat tertahan akibat cuaca ekstrem.
Pada 27 November, Kementerian Perhubungan sebenarnya telah menyiapkan pesawat pendukung. Namun otoritas penerbangan terpaksa menunda penerbangan karena cuaca buruk dan hambatan visual approach di wilayah pegunungan.
Situasi di darat pun tidak lebih mudah. Banyak akses jalan menuju kawasan transmigrasi terputus sehingga penyaluran bantuan harus dilakukan secara adaptif. Menteri Iftitah menyebut kondisi logistik di Aceh kali ini berbeda karena perubahan akses terjadi sangat cepat.
Bantuan Mengalir Siang–Malam
Koordinasi pengiriman bantuan dilakukan tanpa henti. Hingga pukul 03.00 dini hari di Kualanamu, proses percepatan distribusi logistik masih berlangsung untuk mengalirkan bantuan ke Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan titik terdampak lainnya.
"Kami bekerja siang malam untuk memastikan bantuan dapat dikirim sebanyak dan secepat mungkin. Negara hadir," tegas Iftitah.
Dukungan Pangan dari Bulog Dimulai
Perum Bulog juga bergerak cepat. Setelah koordinasi dengan Menteri, Bulog memastikan kesiapan penuh mendukung kebutuhan pangan. Pengiriman beras dari Medan ke Lhokseumawe mulai dilakukan hari ini sebagai bagian dari percepatan distribusi bantuan.
Pemerintah Perkuat Koordinasi Nasional
Selain itu, Iftitah menyampaikan bahwa situasi lapangan sudah dilaporkan kepada Menko PMK sebagai Koordinator Penanganan Bencana. Ia juga terus berkomunikasi dengan Kepala BNPB untuk mempercepat dukungan lintas kementerian dan lembaga.
Ia memastikan pemerintah akan terus bekerja cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir di kawasan transmigrasi Aceh. Pembaruan resmi akan disampaikan sesuai perkembangan.
Editor: Redaktur TVRINews
