TVRINews, Depok
Ratusan umat Muslim di Depok memadati Lapangan YLCC (Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein) di kawasan Pancoran Mas pada Rabu, 27 Mei 2026 hari ini untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah. Berdasarkan pantauan tvrinews.com di lokasi, suasana ibadah berlangsung khusyuk sejak pagi hari.
Menariknya, pelaksanaan Salat Iduladha kali ini digelar di area taman depan bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh dan terawat di Kota Depok.
Bangunan bergaya arsitektur kolonial Belanda tersebut berada tidak jauh dari Gereja Immanuel Depok. Sejumlah bagian bangunan, termasuk kusen dan elemen interiornya, masih mempertahankan bentuk asli tanpa banyak perubahan.
Pelaksanaan Salat Iduladha dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat dan diikuti warga dari berbagai wilayah sekitar Pancoran Mas. Setelah salat selesai, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari perayaan Iduladha.
Momen ibadah di kawasan bersejarah ini pun menjadi pemandangan tersendiri yang mencerminkan harmonisasi nilai religius dan warisan budaya di Kota Depok.
Sebelumnya, Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah/2026 jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 sehingga Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Ketetapan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
“Berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi dan dengan demikian Hari Raya Iduladha tanggal 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi,” kata Nasaruddin.
Pemerintah berharap keputusan tersebut dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah Zulhijah, termasuk puasa sunah Tarwiyah dan Arafah, serta pelaksanaan ibadah kurban.
Lebih lanjut, Nasaruddin juga berharap momentum Iduladha dapat memperkuat kebersamaan dan persatuan bangsa.
"Lebih dari itu kita juga semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan mempererat ukhuwah islamiyah serta meneguhkan persatuan sebagai satu bangsa," pungkasnya.
Menag: Iduladha Momentum Teguhkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Iduladha 1447 H/2026 M. Menurutnya, Iduladha mengajak umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” kata Nasaruddin di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menyebut peringatan Iduladha tidak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pengorbanan dan kemaslahatan bersama sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan ibadah kurban memiliki makna sosial yang sangat nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan dan protein keluarga, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat dan memperkuat empati sosial.
“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” pungkasnya.










