
Pemerintah Gaji 20.000 Anak Magang, Anggaran Capai Rp198 Miliar
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program magang nasional yang menyasar 20.000 lulusan baru perguruan tinggi. Untuk mendukung program ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp198 miliar yang akan digunakan sebagai uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) selama masa magang.
Program ini menjadi bagian dari skema stimulus ekonomi nasional yang diumumkan tahun 2025, yang mencakup 17 paket kebijakan (8 program utama, 4 lanjutan, dan 5 pendukung).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa skema magang ini akan berlangsung selama enam bulan, dibagi ke dalam dua fase: tiga bulan pada akhir 2025 dan tiga bulan sisanya awal 2026.
"Peserta magang akan menerima uang saku senilai UMP. Perusahaan tidak dibebani kewajiban menggaji karena seluruh biaya ditanggung oleh negara," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Menurut Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, anggaran yang dialokasikan bersifat estimatif dan akan disesuaikan berdasarkan UMP di masing-masing daerah. Ia menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif, dan perusahaan milik negara (BUMN) juga akan dilibatkan.
"Skemanya sedang kami siapkan dalam bentuk Peraturan Menteri. Perusahaan nantinya harus menyusun rencana magang, termasuk jenis pekerjaan, lokasi penempatan, serta siapa pendampingnya di tempat kerja," terang Yassierli.
Meski mekanismenya tengah dimatangkan, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan yang berminat terlibat, terutama yang telah terdaftar dalam sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
"Sektor usaha tidak dibatasi. Kami akan pastikan distribusinya merata di seluruh provinsi," tambahnya.
Airlangga menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan kerja, tetapi bagian dari strategi pemerintah untuk menjembatani kebutuhan industri dengan lulusan pendidikan tinggi.
"Program magang ini ditujukan untuk fresh graduate maksimal satu tahun setelah kelulusan, baik dari jenjang S1, D3, maupun diploma lainnya. Kami ingin menciptakan koneksi langsung antara dunia pendidikan dan sektor usaha," ungkap Airlangga.
Program magang nasional ini akan digelar dua tahap, yaitu pada semester kedua tahun ini dan berlanjut pada semester awal tahun depan, dengan total anggaran mencapai Rp 396 miliar untuk dua periode.
Editor: Redaksi TVRINews
