
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmennya untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah dengan tidak mengambil opsi pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan ekonomi bagi rakyat kecil di tengah dinamika kebijakan energi global.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan skema distribusi subsidi. Prioritas utama saat ini adalah memastikan masyarakat golongan ekonomi lemah tetap mampu menjangkau kebutuhan energi pokok mereka tanpa terbebani oleh kenaikan harga atau pembatasan akses.
"Alhamdulillah sampai dengan hari ini, dan saya pikir Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan kehati-hatian dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, ya masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang, kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi, masih tetap sama," ucapnya dikutip pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Bahlil menambahkan bahwa selain menjaga harga, pemerintah bersama Pertamina juga telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan stok nasional. Penguatan ketahanan energi ini dilakukan untuk menghadapi fluktuasi pasar dunia yang tidak menentu.
“Stok BBM kita insyaallah dalam kondisi yang aman. Standar minimalnya juga sudah sesuai dengan syarat yang ditentukan,” kata Bahlil.
Meski pasokan BBM dinilai stabil, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada liquefied petroleum gas (LPG). Hal ini disebabkan oleh tingginya angka impor yang mencapai 70 persen dari total kebutuhan nasional. Saat ini, standar ketahanan energi untuk BBM di Indonesia berada pada kisaran 21 hingga 25 hari, dan pemerintah memastikan pasokan LPG tetap terkendali.
Menutup keterangannya, Bahlil tetap mengimbau agar masyarakat mulai membudayakan perilaku bijak dalam menggunakan energi agar ketahanan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Kondisi global ini membuat kita semua harus ikhtiar, agar lebih bijaksana dalam memakai energi sekalipun kita ada duit,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
