
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (Kanan) (Foto : BPMI Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Prasetyo Hadi instruksikan kementerian pangkas penggunaan kendaraan dinas demi efisiensi energi.
Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah preventif untuk memperketat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Meski cadangan energi domestik dinyatakan dalam posisi stabil, otoritas menekankan pentingnya efisiensi konsumsi untuk menjaga ketahanan jangka panjang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan atas situasi dunia yang semakin dinamis. Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak panik karena pasokan saat ini masih mencukupi kebutuhan nasional.
"Kondisi sekarang harus dibaca sebagai peringatan agar pemerintah dan masyarakat mulai lebih hemat," ujar Prasetyo usai menghadiri rapat koordinasi program prioritas di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.
Jaminan Stok Nasional
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina, Prasetyo menegaskan bahwa ketahanan energi nasional berada pada level aman.
Ia meluruskan persepsi mengenai angka cadangan harian yang sering disalahartikan sebagai batas akhir ketersediaan.
Menurutnya, angka tersebut hanyalah indikator mekanisme penyimpanan teknis. "Itu hanya menggambarkan mekanisme penyimpanan. Ketika stok berkurang, pasokan kembali diisi," jelasnya.
Efisiensi Dimulai dari Birokrasi
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah memberikan instruksi khusus agar seluruh jajaran kementerian dan lembaga negara menjadi pionir dalam gerakan penghematan ini.
Fokus utama adalah pengurangan ketergantungan pada kendaraan operasional dinas dan optimalisasi penggunaan transportasi umum bagi aparatur negara.
Prasetyo menambahkan bahwa kebijakan ini akan dilakukan secara top-down, dimulai dari struktur tertinggi pemerintahan. "Nanti dimulai dari kepala pemerintah, kementerian, lembaga. Banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi BBM," tambahnya.
Selain sektor energi, pemerintah juga tengah menyisir ulang belanja negara untuk memastikan stabilitas fiskal. Program-program yang dianggap kurang produktif atau bisa ditunda akan dievaluasi kembali, sementara anggaran untuk program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat tetap dipertahankan.
Editor: Redaksi TVRINews
