
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Peluncuran peta jalan bersama antara ASEAN dan SEAMEO menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara. Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama negara-negara anggota untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan berkualitas.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa peta jalan ini menjadi dokumen penting yang akan memandu arah kebijakan dan implementasi program PAUD di tingkat regional.
“Peta jalan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk memperkuat kolaborasi dan diterjemahkan ke dalam program nyata, investasi, serta kebijakan berkelanjutan di masing-masing negara,” ujar Gogot dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui akun YouTube Kemendikdasmen, Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, jajaran pejabat kementerian pendidikan, serta perwakilan negara anggota ASEAN seperti Kamboja, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Timor Leste.
Selain pemerintah, sejumlah organisasi mitra pembangunan juga terlibat dalam mendukung inisiatif ini, di antaranya UNESCO, UNICEF, serta Tanoto Foundation.
Peta jalan PAUD ASEAN-SEAMEO ini disusun sebagai tindak lanjut dari deklarasi para pemimpin ASEAN dalam pilar Sosial Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community). Fokus utamanya adalah memperluas akses pendidikan anak usia dini yang merata, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kerja sama lintas negara.
Dalam forum tersebut, juga ditegaskan pentingnya pendekatan yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya, kreativitas, serta pengembangan karakter sejak dini.
Gogot menambahkan, keberhasilan implementasi peta jalan ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, baik pemerintah, mitra pembangunan, maupun masyarakat.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat menyiapkan generasi masa depan ASEAN yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,”tuturnya.
Peluncuran ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi regional dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan, serta memastikan setiap anak di Asia Tenggara mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.
Editor: Redaktur TVRINews
