
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno (TVRINews/HO-Kemenko PMK)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya penerapan prinsip link, match, and meaning dalam pendidikan vokasi. Menurutnya, konsep ini tidak hanya memastikan kesesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Kita harus benar-benar menyiapkan SDM yang unggul, yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja atau peluang baru dan manfaat bagi masyarakat. Inilah yang kita dorong link, match, and meaning," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 28 April 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pendidikan vokasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas kesempatan kerja.
Kemudian, Pratikno juga mengapresiasi penguatan kerja sama antara Indonesia dan Cina di bidang pendidikan vokasi dan industri. Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
"Kami pemerintah mengapresiasi kerja sama antara asosiasi pendidikan vokasi di Indonesia dengan pendidikan vokasi di Cina serta perusahaan-perusahaan dari kedua negara," ucapnya.
Lebih lanjut, Pratikno menyoroti berbagai disrupsi global seperti perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik. Ia menilai, tantangan tersebut harus dilihat sebagai peluang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Menurutnya, sinergi tersebut dapat melahirkan solusi konkret bagi berbagai sektor, termasuk pertanian. Inovasi dinilai penting untuk menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan AI juga diharapkan mampu membantu petani dan nelayan, serta memperluas akses layanan pendidikan hingga ke daerah terpencil.
Dengan penguatan kolaborasi dan inovasi tersebut, pemerintah optimistis pendidikan vokasi dapat menjadi motor penggerak lahirnya SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global.
Editor: Redaktur TVRINews
