
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Palembang, Sumatra Selatan
Lonjakan Pengguna Transportasi Publik Selama Libur Lebaran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Palembang
Realisasi pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api ringan atau LRT di Sumatera Selatan mencatatkan angka signifikan selama periode libur Lebaran 2026.
Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 213.150 penumpang memanfaatkan layanan ini, yang sekaligus menjadi stimulus bagi penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Peningkatan volume penumpang ini terpantau sejak periode 13 hingga 26 Maret 2026, dengan rata-rata mobilitas harian mencapai 15.225 orang.

Tren positif ini direspon cepat oleh operator dengan menambah frekuensi perjalanan guna menjamin kenyamanan serta ketepatan waktu bagi para pemudik dan wisatawan domestik.
"Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat," ujar Manager Humas PT KAI Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti, dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa penambahan frekuensi perjalanan dari 94 menjadi 102 operasi per hari merupakan langkah strategis untuk memitigasi lonjakan arus balik.
Integrasi Transportasi dan Pusat Ekonomi
Keberadaan LRT Sumsel tidak sekadar berfungsi sebagai sarana mobilitas, namun juga menjadi urat nadi yang menghubungkan titik-titik vital perekonomian di Palembang.
Stasiun strategis seperti Ampera menjadi gerbang utama menuju pusat aktivitas rakyat, termasuk Pasar 16 Ilir dan kawasan wisata Benteng Kuto Besak.

Aida menekankan bahwa lokasi stasiun yang bersinggungan langsung dengan fasilitas publik dan pusat perbelanjaan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi pedagang setempat.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya kunjungan warga ke pusat-pusat perbelanjaan tradisional yang letaknya berdekatan dengan jalur rel tersebut.
Pemberdayaan Sektor UMKM
Selain optimalisasi layanan transportasi, pihak pengelola juga mengintegrasikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam ekosistem stasiun.
Ruang ritel disediakan di sejumlah titik seperti Stasiun Asrama Haji hingga Stasiun DJKA, yang menyajikan produk kerajinan tangan serta kuliner khas daerah.
"Kami berupaya memberikan nilai tambah melalui pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, kehadiran LRT Sumsel memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," lanjut Aida.
Achyar, seorang pemudik yang menggunakan jasa LRT, mengaku terbantu dengan aksesibilitas yang ditawarkan.
Ia memilih singgah di Sentral Kampung Pempek untuk berbelanja buah tangan sebelum melanjutkan perjalanan. "Cari oleh-oleh di sini lebih mudah dan harganya tetap kompetitif," ungkapnya.
Dengan berakhirnya masa angkutan Lebaran, keberhasilan pengelolaan lonjakan penumpang ini diharapkan menjadi standar baru dalam pelayanan transportasi publik yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi daerah di Sumatera Selatan.
Editor: Redaktur TVRINews
