
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Jakarta
Festival di Lapangan Banteng menjadi ruang inklusif melalui layanan kesehatan gratis dan bazar UMKM.
Perayaan Imlek 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, tahun ini menampilkan wajah keberagaman yang berbeda.
Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, festival yang berlangsung sejak 22 Februari 2026 ini bertransformasi menjadi ruang temu lintas budaya yang inklusif bagi warga ibu kota.
Mengusung tema "Harmoni Imlek Nusantara", acara ini menggabungkan kemeriahan tradisi Tionghoa dengan nuansa religiusitas bulan puasa.
Pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi budaya, tetapi juga akses pada layanan sosial yang krusial bagi publik.
Layanan Kesehatan dan Deteksi Dini

Salah satu pusat perhatian pengunjung adalah stan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan ini menyediakan pemeriksaan komprehensif, mulai dari kesehatan mulut, mata, telinga, hingga pemeriksaan jantung.
"Menurut saya ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk warga Jakarta melakukan deteksi dini kesehatan sambil menunggu waktu berbuka puasa," ujar Yasmin Nuramadani (25), salah satu pengunjung dikutip Selasa 24 Februari 2026.
Yasmin menilai, kehadiran festival ini di tengah bulan Ramadan mempertegas potret toleransi di Indonesia. "Keberagamannya sangat terasa. Tidak hanya nuansa Imlek, tapi atmosfer Ramadannya juga kuat karena bertepatan dengan momen ngabuburit," tambahnya.
Solidaritas Melalui Donor Darah
Selain aspek kesehatan preventif, sisi kemanusiaan festival ini terlihat pada tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan donor darah.

Di tengah laporan menipisnya stok darah untuk golongan tertentu, pengunjung tampak memadati area pengambilan darah.
Hana, seorang pendonor yang hadir secara khusus setelah melihat informasi di media sosial, mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mendonorkan darah dalam rangkaian acara bertema Imlek.
"Saya tergugah karena melihat informasi stok darah A dan AB sedang menipis. Melalui acara seperti ini, partisipasi masyarakat jadi lebih efektif," kata Hana. Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia yang telah mencantumkan prosedur teknis donor darah bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dampak Ekonomi bagi UMKM
Sisi ekonomi festival ini turut dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menjelang waktu berbuka, deretan stan makanan dan minuman menjadi pusat kepadatan pengunjung.

Budi, seorang pengusaha es tebu, mencatat adanya lonjakan signifikan pada omzet penjualannya. Menurutnya, momentum percampuran dua perayaan besar ini membawa berkah tersendiri bagi pedagang lokal.
"Menjelang buka puasa adalah momen puncak keramaian. Antreannya luar biasa," tutur Budi. Ia berharap festival serupa dapat menjadi agenda tahunan rutin di Jakarta untuk mendukung eksistensi UMKM.
Imlek Festival 2577 akan terus berlangsung hingga 1 Maret mendatang di Lapangan Banteng. Festival ini dibuka untuk umum tanpa pungutan biaya mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Bagi masyarakat yang ingin memantau jadwal kegiatan, informasi lebih lanjut tersedia melalui kanal resmi Instagram @imlekfestival.
Editor: Redaktur TVRINews
