
Foto: Ilustrasi Hujan (dok. istockphoto)
TVRINews, Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta pada periode 8 hingga 12 Februari 2026.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti banjir dan genangan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan,”kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.
Selain mengingatkan warga agar tetap siaga, BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi lapangan melalui kanal resmi, termasuk pemantauan tinggi muka air dan pembaruan informasi banjir secara daring.
Warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana guna mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat.
Dalam situasi mendesak, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam dan tidak dipungut biaya.
Isnawa menegaskan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan memastikan kesiapan penanganan apabila terjadi bencana di wilayah ibu kota.
Editor: Redaktur TVRINews
