
dok. Kementan
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Makassar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi merupakan kunci utama dalam memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi, serta ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika global.
Di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar, Mentan menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus mengembangkan hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.
“Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah. Hilirisasi adalah kunci agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri dan mampu memperkuat ekonomi nasional,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi karena dapat menghasilkan berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, namun masih banyak diekspor dalam bentuk mentah. Padahal, jika diolah menjadi produk turunan seperti minyak kelapa, santan, dan air kelapa kemasan, nilai jualnya bisa meningkat berkali-kali lipat.
Selain itu, Indonesia juga memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia, namun masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati negara lain.
“Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu. Karena itu hilirisasi harus kita lakukan agar ekonomi Indonesia semakin kuat,”jelasnya.
Mentan juga menyoroti potensi hilirisasi kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia sehingga berpeluang besar mengembangkan berbagai produk turunan seperti margarin, kosmetik, dan produk industri lainnya.
Ia menegaskan, hilirisasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan sektor yang sangat strategis karena krisis pangan dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi, sosial, hingga politik suatu negara.
“Kalau krisis pangan terjadi, dampaknya bisa ke mana-mana, termasuk krisis politik dan sosial. Karena itu ketahanan pangan harus menjadi prioritas,”tuturnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melanjutkan program hilirisasi, swasembada pangan, dan kemandirian energi sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
