
dok. Kemensos
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama puluhan lembaga filantropi dan dunia usaha berhasil mengumpulkan dana bantuan senilai Rp196 miliar untuk warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penggalangan donasi ini diumumkan dalam acara Penandatanganan MoU Kemensos–Universitas Esa Unggul serta Temu Penyelenggara Filantropi dan Dunia Usaha Peduli Sumatera di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Kamis, 10 Desember 2025.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), didampingi Wamen Sos Agus Jabo Priyono dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, menyampaikan apresiasi terhadap besarnya antusiasme lembaga dan perusahaan dalam memberikan bantuan.
“Alhamdulillah, semangat untuk membantu luar biasa. Hampir Rp200 miliar sudah terkumpul dari para pihak untuk mendukung saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini wujud gotong royong yang sangat penting,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Desember 2025.
Ia mengajak lembaga nonpemerintah untuk memperkuat koordinasi agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan memperluas jangkauan penerima manfaat.
Terkait perizinan penggalangan dana, Gus Ipul menegaskan bahwa prosedur dipermudah mengingat situasi darurat membutuhkan respons cepat.
“Untuk bencana, silakan mulai menghimpun kapan pun. Izin dan pelaporan bisa menyusul. Yang penting bantuan cepat sampai. Setelah selesai, baru dilaporkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses perizinan dapat diselesaikan dalam dua hari dan diajukan secara daring. Aturan pengajuan disesuaikan dengan cakupan wilayah penggalangan dana: tingkat kabupaten/kota melalui kepala daerah atau dinas sosial, lintas kabupaten/kota melalui pemerintah provinsi, sedangkan level nasional melalui Kemensos.
Menurut Gus Ipul, tata kelola donasi yang tertib akan meningkatkan kepercayaan publik.
“Masyarakat makin percaya ketika donasi dikelola dengan baik dan benar-benar sampai kepada penerima. Lembaga penggalang dana pun akan semakin kredibel,”ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah juga membutuhkan data akurat mengenai donasi, mulai dari identitas donatur hingga penerima manfaat, agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan program dapat saling melengkapi.
Pada kegiatan tersebut diumumkan total donasi yang berhasil dihimpun dari 60 lembaga filantropi dan dunia usaha sebesar Rp196.874.791.493. Jumlah ini termasuk tambahan Rp500 juta dari PT Sidomuncul serta Rp70.570.000 dari Keluarga Besar Sekolah Rakyat se-Indonesia.
“Senang sekali bisa hadir. Tadi saya sampaikan ke Pak Menteri, Sidomuncul akan ikut partisipasi Rp500 juta,”kata Direktur PT Sidomuncul Irwan Hidayat.
Sejumlah lembaga dan perusahaan yang berpartisipasi antara lain Yayasan Kita Bisa, BAZNAS, Buddha Tzu Chi, Save The Children Indonesia, CT Arsa, Yayasan Satu Untuk Negeri TVOne, PT Paragon, PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO), PT Sea Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI, Pos Indonesia, Yayasan Bakrie untuk Negeri, serta PT PetroChina International Jabung Ltd.
Editor: Redaktur TVRINews
