
Mentan Andi Amran Sulaiman di Rakor Bulog Kamis 20/11 (Foto : Mentan RI)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Puji Kinerja Bulog, Mentan Amran Targetkan Stok Pangan Capai 6 Juta Ton
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pengakuan dan apresiasi khusus dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keberhasilan Perum Bulog dalam mencatat rekor stok pangan tertinggi sepanjang sejarah.
Apresiasi tersebut diutarakan Mentan Amran saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum Bulog Tahun 2025, yang diselenggarakan di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, pada Kamis (20/11).
“Kami hanya datang menyampaikan apresiasi yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada Bulog bahwasanya stoknya tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran, mengutip penilaian langsung dari Kepala Negara.
Menurut Amran, capaian stok pangan yang tinggi ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras dari seluruh jajaran direksi, Dewan Pengawas (Dewas), dan Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog. Selain itu, peningkatan signifikan dari sektor produksi pertanian nasional juga menjadi faktor kunci.
Bahkan, Amran menambahkan, pujian terhadap kinerja pangan nasional ini telah dibawa Presiden ke kancah global. “Apresiasi dari Presiden disampaikan di forum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di New York, di hadapan seluruh pemimpin dunia saat itu,” ungkapnya.
Target Stok dan Tantangan Penyerapan
Amran, yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), memproyeksikan bahwa puncak stok tertinggi akan tercapai pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, dengan perkiraan angka mencapai 3 juta ton. Angka ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir eksistensi Bulog.
Selanjutnya, Bulog ditugaskan untuk melakukan penyerapan kembali sekitar 3 juta ton selama periode panen raya Februari hingga April. Dengan demikian, total stok yang harus dikelola oleh Bulog diperkirakan mencapai 6 juta ton.
“Ini tidak mudah, tapi kami yakin dengan pengalaman kemarin, Bulog, Direksi, Dewasnya sudah siap,” imbuh Amran, menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap kapasitas Bulog.
Menyikapi tantangan tersebut, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa Rakernas kali ini berfokus pada langkah-langkah antisipatif untuk tugas ke depan.
“Seperti disampaikan oleh Pak Mentan tadi, di mana dengan lebih meningkatnya produksi pangan dari pertanian, dari hulu... maka otomatis panen akan lebih besar,” ujar Rizal.
Ia merinci, saat ini stok yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 3,8 juta ton, dan diperkirakan akan menyisakan sekitar 3,2 juta ton di akhir Desember. Stok yang tersisa ini, ditambah hasil panen puncak pada Februari April, memerlukan penyiapan infrastruktur yang memadai.
Editor: Redaksi TVRINews
