
Mengenang 351 Tahun Lalu Gempa Dahsyat di Ambon
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingati peristiwa gempa bumi dan tsunami dahsyat yang melanda Ambon pada 17 Februari 1674. Tragedi ini tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan di wilayah timur Indonesia, dengan gelombang tsunami setinggi 90 hingga 110 meter.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam webinar bertajuk “Peringatan Tsunami Ambon 1674: Sepenggal Kisah Berharga Zaman Kolonial, Bekal Menuju Ambon Tsunami Ready”, menyebut bencana tersebut terjadi bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
“Gempa besar menyebabkan tanah retak dan bukit runtuh secara tiba-tiba di wilayah Leitimor, menciptakan kepanikan luar biasa,” ujar Nelly, dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa (13/5/2025).
Baca Juga: Warga Minta Penambahan Pemecah Ombak Atasi Abrasi
Gempa berkekuatan magnitudo 7,9 itu memicu tsunami besar yang menghantam pesisir utara Pulau Ambon, terutama wilayah Seit, di antara Negeri Lima dan Hila, Semenanjung Hitu.
Ilmuwan Belanda, Georg Eberhard Rumphius, yang menjadi saksi mata, mencatat dalam arsip kolonial bahwa lebih dari 2.000 orang tewas akibat gempa dan tsunami tersebut. “Guncangan terasa di seluruh Pulau Ambon dan disusul oleh gelombang laut raksasa yang meluluhlantakkan permukiman pesisir,” tulis Rumphius.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa wilayah Maluku termasuk kawasan aktif secara tektonik dan rawan gempa. “Wilayah ini tidak pernah sepi dari aktivitas seismik karena memiliki banyak sumber gempa aktif,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa depan.
Ketua Tim Mitigasi Tsunami Samudera Hindia dan Pasifik BMKG, Suci Dewi Anugrah, menambahkan bahwa BMKG terus memperkuat sistem peringatan dini tsunami dan membina masyarakat untuk menjadi komunitas siaga tsunami (Tsunami Ready Community).
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk mengurangi risiko bencana dan menyelamatkan nyawa,” tutup Suci.
Editor: Redaktur TVRINews
