
Foto: fdn/humas Kemenko Perkeonomian
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Menko Airlangga Hartarto dan Dubes Ramanouski membahas ketahanan pangan serta percepatan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas EAEU .
Pemerintah Indonesia terus memperluas jangkauan kemitraan ekonomi di kawasan Eropa Timur. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, untuk mematangkan agenda penguatan perdagangan bilateral.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor-sektor vital, mulai dari ketahanan pangan hingga manufaktur.
Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia bersikap terbuka terhadap kolaborasi yang lebih inklusif demi mendorong nilai investasi dan volume perdagangan kedua belah pihak.
"Indonesia membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Belarus, terutama pada sektor ketahanan pangan, industri manufaktur, perdagangan, kesehatan, serta pendidikan," ujar Airlangga dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat 6 Maret 2026 dilaman resmi Kemenko Perekonomian.
Akselerasi Perdagangan Melalui Jalur EAEU
Dalam diskusi tersebut adalah tindak lanjut dari Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) yang telah disepakati akhir tahun lalu. Saat ini, perjanjian tersebut sedang dalam proses ratifikasi.
Kehadiran pakta perdagangan ini diharapkan menjadi katalisator bagi hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Belarus.
Selain aspek regulasi, kedua pihak juga mempersiapkan agenda Pertemuan Komisi Bersama (PKB) yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Forum ini diproyeksikan sebagai wadah untuk menghasilkan kesepakatan konkret yang akan menjadi poin penting menjelang rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.
Diversifikasi Komoditas dan Investasi
Menanggapi tawaran tersebut, Duta Besar Raman Ramanouski mengungkapkan ketertarikan Belarus untuk meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia. Beberapa poin strategis yang menjadi prioritas Belarus meliputi:
• Stabilitas pasokan pupuk dan produk olahan susu.
• Ekspansi investasi di sektor alat mesin pertanian dan industri berat.
• Optimalisasi sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi baru.
Langkah ini juga merupakan keberlanjutan dari dialog tingkat tinggi antara Menko Airlangga dengan Deputi Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, pada Desember silam yang menekankan urgensi kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat senior Kemenko Perekonomian, di antaranya Sesmenko Susiwijono Moegiarso, Tim Asistensi Abdul Kodir Djaelani, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.
Melalui sinergi ini, kedua negara optimis dapat membuka cakrawala baru dalam peta perdagangan global yang kian dinamis.
Editor: Redaksi TVRINews
