
Foto: Ilustrasi
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Studi WFP ungkap program nutrisi sekolah di 107 negara efektif tingkatkan prestasi dan produktivitas ekonomi jangka panjang.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak lagi dipandang sekadar bantuan sosial, melainkan telah bertransformasi menjadi kebijakan strategis yang diadopsi oleh 107 negara.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa intervensi nutrisi di sekolah merupakan investasi pendidikan berbasis bukti ilmiah yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia secara sistemik.
Berdasarkan riset kolaboratif antara World Food Programme (WFP) dan Rockefeller Institute of Government, program pangan di sekolah terbukti secara signifikan meningkatkan angka partisipasi dan kehadiran siswa.
Selain itu, kebijakan ini menjadi instrumen efektif dalam menekan angka putus sekolah serta memperbaiki defisiensi mikronutrien pada anak-anak.
Mekanisme Biologis dalam Belajar
Analisis tersebut menekankan adanya korelasi kuat antara kondisi biologis siswa dengan capaian akademik.
Penurunan angka anemia dan kecukupan zat besi melalui makanan bergizi secara langsung meningkatkan konsentrasi siswa di ruang kelas.
"Tanpa kesiapan biologis, investasi besar pada kurikulum dan pelatihan guru tidak akan memberikan hasil maksimal," tulis laporan tersebut.
MBG dipandang sebagai pilar ketiga dalam pendidikan, melengkapi ketersediaan infrastruktur sekolah dan mutu pengajaran yang selama ini menjadi fokus utama kebijakan publik.
Intervensi ini bekerja pada fondasi kognitif; anak yang sehat secara fisik memiliki kapasitas lebih besar untuk menyerap materi pelajaran, yang pada akhirnya tercermin dalam perbaikan nilai ujian dan hasil belajar yang lebih kompetitif.
Investasi Modal Manusia
Secara ekonomi, program ini menawarkan rasio pengembalian modal (return on investment) yang sangat tinggi.
Data menunjukkan bahwa setiap 1 dolar AS yang dialokasikan untuk program makan bergizi berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi antara 5 hingga 35 dolar AS.
Manfaat ini tercipta melalui rantai produktivitas:
• Peningkatan hasil belajar membuka akses ke lapangan kerja yang lebih baik.
• Peningkatan produktivitas individu di masa depan.
• Perpanjangan masa kerja produktif seseorang.
Lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank) mengategorikan praktik school feeding sebagai salah satu intervensi pendidikan yang paling hemat biaya (cost-effective).
Program ini menjawab kritik mengenai efektivitas anggaran dengan kerangka sebab-akibat yang jelas: gizi yang baik menjaga konsentrasi, dan konsentrasi yang terjaga adalah syarat mutlak terciptanya kualitas belajar yang mumpuni.
Dengan cakupan global di lebih dari seratus negara, Makan Bergizi Gratis kini menjadi jembatan yang menghubungkan sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan dalam satu siklus pembangunan yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
