
Foto: Tenda pengungsian korban banjir di Nagan Raya, Aceh.
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
BPBD menyebut mayoritas pengungsi berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, sementara pembangunan huntara terus dikebut jelang Ramadhan.
Sebanyak 730 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa korban banjir bandang di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang terjadi pada 26 November 2025, hingga kini masih mengungsi akibat kehilangan rumah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menyatakan mayoritas pengungsi berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
“Sebagian besar pengungsi berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dengan jumlah mencapai 674 KK,” ujar Irfanda kepada wartawan, Selasa, 27 Januari 2026.
Bantuan Kebutuhan Pokok Masih Terus Disalurkan
Irfanda menambahkan, pengungsi masih menerima bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah pusat dan daerah. Penyaluran dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama berada di tenda pengungsian.
Para pengungsi menunggu pembangunan hunian sementara (huntara) yang tengah dikerjakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Huntara ini diharapkan menjadi tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak.
Pembangunan Hunian Sementara Terus Dikebut
BPBD Nagan Raya menyebut pembangunan huntara dilakukan di beberapa desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, yakni Gampong Blang Meurandeh, Gampong Kuta Teungoh, Gampong Babah Suak, dan Gampong Blang.
"Pembangunan huntara untuk korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, sebagai upaya untuk menyediakan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana alam," kata dia.
Kawasan Paling Terdampak Bencana
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan menyatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menjadi wilayah paling parah terdampak bencana hidrometeorologi.
Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur mengalami kerusakan total, memaksa ribuan warga mengungsi.
Percepatan Huntara Jelang Ramadhan
Bupati menegaskan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan huntara, mengingat pengungsi akan menghadapi bulan suci Ramadhan tahun ini.
Ia juga mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat, terutama BNPB, dalam penanganan pascabencana di Nagan Raya.
Editor: Redaktur TVRINews
