TVRINews – Nusa Tenggara Timur
Operasi Darurat Ditingkatkan, 1.467 Personel Gabungan Dikerahkan ke Tujuh Kabupaten Terdampak
Penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus laluterus diperketat. Hingga Senin 17 Agustus 2026 sore tapatnya pukul 17.50, otoritas kebencanaan BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 68 jiwa, sementara proses pencarian dan evakuasi korban luka-luka masih berlangsung intensif di sejumlah wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, merinci bahwa sebaran korban jiwa meliputi Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Manggarai Timur 24 jiwa, Nagekeo 8 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 2 jiwa, dan Ngada 2 jiwa.
"Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan," ujar Berton dalam keterangan resmi, Senin 17 Agustus 2026.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini tercatat 213 warga mengalami luka-luka, dengan harapan tidak ada lagi penambahan korban jiwa maupun luka ke depannya.
Di lapangan, unsur gabungan yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus menyisir kawasan terdampak di tujuh kabupaten.
Berdasarkan data terkini, sebanyak 1.467 personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan situasi. Pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada lagi laporan warga yang dinyatakan hilang di wilayah terdampak.
Langkah cepat turut diambil oleh Kementerian Kesehatan dengan mengerahkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng di Kabupaten Manggarai serta Kabupaten Nagekeo guna memberikan pelayanan medis darurat bagi warga terdampak dan evakuasi.
Selain itu, dua tim manajemen krisis kesehatan ditempatkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende untuk mengawal koordinasi lapangan.
Dua tim Emergency Medical Team (EMT) juga disebar; tim pertama mencakup wilayah Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sementara tim kedua difokuskan di Kabupaten Sikka. Kementerian Kesehatan pun telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center yang beroperasi di sembilan titik strategis.
Guna mengatasi kendala geografis dan mempercepat distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, pemerintah mengerahkan 10 unit armada udara dan alutsista. Armada tersebut disiagakan di dua titik utama, yakni masing-masing 5 unit di Labuan Bajo dan 5 unit di Maumere, guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera tersalurkan secara merata kepada para penyintas gempa.










