
.
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Dua siswa kelas X SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin (MHT) DKI Jakarta bernama Agna Radia Samodro dan Ikrima Alya, berbagi pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di sekolah. Dimana, keduanya sama-sama diterima melalui jalur prestasi.
Agna sendiri, telah meraih medali perunggu dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam Lingkungan (IPAL), sedangkan Alya memperoleh medali perak dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSKB).
Menurut Alya, meski diterima tanpa tes tulis, mereka tetap mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik.
?“Di sini kami mempelajari tiga kurikulum sekaligus, yaitu Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi Cambridge serta Kurikulum Olimpiade,” ujar Alya.
Agna menambahkan bahwa pada jenjang kelas XI, para siswa mulai memasuki program Garuda Transformation yang menyiapkan mereka menghadapi ujian Cambridge.
Baik Agna maupun Alya mengaku mendapatkan banyak bimbingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.
?“Guru-guru di sini sangat mendampingi kami. Misalnya kalau saya tertarik di biologi, guru pembimbing akan memberikan rekomendasi jurusan dan universitas yang sesuai, bahkan sampai ke luar negeri,” jelas Alya.
“Kami juga sering mendapat sosialisasi dari universitas seperti Toronto University dan Universitas Indonesia. Ada juga lomba-lomba yang bisa menjadi jalur golden ticket masuk universitas,” tambah Agna
Beberapa kakak kelas yang sudah berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri pun turut berbagi tips dan pengalaman kepada adik-adiknya.
Ketika ditanya tentang cita-cita, Alya mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang arkeolog.
?“Saya ingin mempelajari sejarah dan peninggalan manusia lebih dalam,” katanya.
Sementara itu, Agna bercita-cita melanjutkan studi di National University of Singapore (NUS) dengan mengambil jurusan Computer Science.
Sebagai sekolah berasrama, kehidupan di SMA M.H. Thamrin berjalan dengan ritme yang teratur.
?“Bel subuh berbunyi pukul 04.00 pagi, lalu kami bersiap salat dan sarapan. Pukul 06.20 kami sudah harus berada di kelas,” tutur Agna.
“Pelajaran berlangsung hingga pukul 15.00, dengan kombinasi kegiatan di kelas dan di laboratorium. Fasilitasnya lengkap, mulai dari lab biologi, kimia, hingga fisika,” tambah Alya
Selain kegiatan akademik, pembinaan keagamaan juga menjadi bagian penting
?“Setelah maghrib, siswa Muslim mengikuti kegiatan di masjid hingga Isya, seperti belajar tajwid dan pendalaman agama,” jelas Alya.
Jam malam diatur hingga pukul 22.00, memastikan siswa tetap disiplin dan cukup beristirahat. Meski akhir pekan, kegiatan para siswa tetap padat dan produktif.
?“Sabtu biasanya diisi dengan kelas olimpiade dan penelitian, sedangkan Minggu ada kegiatan olahraga seperti basket atau renang,” ujar Agna yang juga menjadi pengurus asrama (peas).
Ada pula kegiatan kebersihan asrama dan penghargaan bagi asrama terbersih.
?“Kalau ada yang ulang tahun juga dirayakan bersama seluruh angkatan. Jadi suasananya hangat dan menumbuhkan kebersamaan,” tambahnya.
Melalui sistem pendidikan yang terstruktur, disiplin, dan berorientasi global, SMA Unggulan Mohammad Husni Thamrin DKI Jakarta terus melahirkan siswa-siswi berprestasi yang siap bersaing di tingkat internasional.
Agna dan Alya adalah bukti nyata semangat generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan spiritualitas.
Editor: Redaktur TVRINews
