
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, IKN
Seiring meningkatnya antusiasme dan kunjungan masyarakat ke kawasan Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyelenggarakan kegiatan sertifikasi pemandu ekowisata. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat lokal di wilayah ibu kota baru.
Kegiatan yang diikuti oleh 20 peserta dari masyarakat setempat ini dilaksanakan di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Selasa, 3 Februari 2026. Dalam penyelenggaraannya, Otorita IKN berkolaborasi dengan Sekretariat Kantor Bersama Bank Indonesia (SKB BI) serta Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 3 hingga 5 Februari 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan sertifikasi resmi bagi pemandu ekowisata. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekowisata melalui pelibatan aktif warga sekitar.
Peserta terdiri dari sepuluh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Hutan Adat Balik Sepaku dan sepuluh pemandu wisata binaan Otorita IKN. Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menyatakan bahwa program ini mencakup pembekalan materi hingga praktik lapangan secara langsung.
“Tentu kegiatan sertifikasi ini sangat penting, bukan hanya sekadar materi, tetapi kita juga melakukan praktik langsung bersama para pengunjung sebagai pemandu wisata, termasuk di wilayah KIPP. Saya berharap peserta workshop sertifikasi mengikuti kegiatan ini dengan sungguh- sungguh sehingga nantinya dapat menjadi pemandu ekowisata yang profesional dan dapat mengambil peran dalam pembangunan IKN di sektor pariwisata,” sambut Muhsin.
Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia, Hairullah Gazali, menambahkan bahwa berdasarkan undang-undang, pemandu wisata wajib memiliki sertifikasi sebagai bukti kompetensi dan profesionalisme, terutama di sektor alam dan lingkungan.
“Ending kegiatan ini adalah kompeten, karena kompeten itu merupakan bekal. Sesuai dengan perundang-undangan bahwa pemandu wisata itu harus memiliki sertifikasi. Sertifikasi ini akan berlaku sampai dengan tiga tahun, yang berarti kompetensi itu harus selalu diasah, jangan sampai tumpul, apalagi dalam sektor eco-tourism,” ujarnya.
Melalui program ini, Otorita IKN turut mendukung pengembangan berbagai destinasi potensial seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, hingga wilayah KIPP. Wakil Kepala SKB BI, Dhony Iwan Kristanto, menyambut positif kesiapan SDM pariwisata ini mengingat lonjakan pengunjung IKN yang sangat tinggi pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu yang mencapai 270 ribu orang.
“Ketika saya pertama kali ke Ibu Kota Nusantara, begitu saya masuk, saya amazed, ini benar-benar kota yang dibangun oleh orang Indonesia sendiri, dengan karakter Indonesia. Kemarin Nataru itu ada 270 ribu masyarakat yang datang ke IKN, ke depan pasti akan lebih banyak lagi masyarakat yang berkunjung ke sini (Ibu Kota Nusantara),” ulas Iwan.
Otorita IKN menegaskan komitmennya agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi aktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata Nusantara yang berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
