
Penampakan akses jalan Aceh Utara-Bener Meriah terputus akibat longsor. (ANTARA FOTO/Abiyyu)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan progres signifikan dalam pembukaan akses jalan di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Meski sebagian besar jalur utama mulai dapat dilalui, beberapa titik vital masih dalam proses perbaikan, terutama akibat kerusakan jembatan dan timbunan material longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa jalur di kawasan Tinggi Jaya yang merupakan jalan nasional masih terkendala di titik Jembatan Merdu.
Namun, pengguna jalan saat ini masih dapat melintas melalui jalur alternatif di belakang Merdu dengan catatan kehati-hatian karena kondisi jalan masih licin dan terdapat sisa material banjir.
Sementara itu, akses dari Aceh Utara menuju Aceh Timur dan sebaliknya kini telah kembali dapat dilalui. Meski demikian, di beberapa titik masih ditemukan lumpur dan material longsor yang terus dibersihkan oleh tim gabungan. Mobilitas orang dan distribusi logistik di jalur ini pun mulai kembali berjalan.
Untuk jalur Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, saat ini akses telah tembus hingga kilometer 60. BNPB mencatat masih tersisa sekitar 22 kilometer lagi yang harus dibuka agar jalur tersebut dapat terhubung penuh hingga pusat kabupaten. Progres ini disebut sebagai capaian penting dalam percepatan pemulihan wilayah isolasi.
Di jalur Bireuen menuju Takengon, arus lalu lintas masih terputus di dua titik akibat jembatan rusak. Saat ini, tim gabungan tengah mengerjakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi darurat agar konektivitas antarwilayah dapat segera pulih.
Adapun jalur Takengon menuju Gayo Lues yang sebelumnya putus total, kini sudah dapat dilewati secara terbatas untuk kendaraan roda dua.
Sementara jalur Sigli–Tangse–Geumpang hingga ke wilayah pedalaman Aceh Tengah juga telah dapat dilalui kendaraan roda empat dengan kewaspadaan tinggi karena masih terdapat sisa material longsor.
BNPB juga menegaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Aceh masih terus dilanjutkan guna menekan intensitas hujan agar proses pembukaan akses jalan, pembersihan material, dan pembangunan jembatan darurat dapat berjalan optimal.
"Dukungan cuaca yang lebih stabil sangat menentukan percepatan pemulihan akses transportasi dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak," ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 5 Desember 2025.
Pemerintah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh wilayah terdampak di Aceh dapat kembali terhubung, sehingga penyaluran logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat.
Editor: Redaktur TVRINews
