TVRINews, Jakarta
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan di sela kemeriahan upacara bendera, perlombaan khas kemerdekaan, dan senam bersama di Kantor Pusat KOWANI, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa posisi perempuan sangat krusial dalam menentukan kualitas generasi penerus menuju masa depan Indonesia.
“Sekarang bagaimana perempuan-perempuan harus lebih menjadi pilar bangsa, melahirkan generasi penerus yang bisa mengisi Indonesia di masa depan,” ujar Nannie.
Nannie menegaskan komitmen KOWANI untuk menyelaraskan program organisasi dengan agenda pembangunan nasional dan dukungan terhadap Asta Cita. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan, pencegahan stunting, pemberantasan narkoba, pencegahan kekerasan, serta penguatan ekonomi UMKM.

[Foto: KOWANI]
“KOWANI hanya menerjemahkan apa yang menjadi program pemerintah. Keberadaan perempuan harus bisa ikut mewujudkan tercapainya Asta Cita program pemerintah,” katanya.
Ia meyakini jaringan KOWANI yang menaungi 129 organisasi perempuan mampu memastikan berbagai program pemerintah sampai dan memberikan manfaat langsung di tingkat akar rumput.
“KOWANI mendorong agar berbagai kebijakan pembangunan dapat diimplementasikan secara inklusif dengan memperhatikan kebutuhan perempuan dan keluarga di berbagai daerah,” jelas Nannie.
Nannie menuturkan bahwa perempuan memegang peran aktif dalam setiap aspek keberlanjutan pembangunan.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku pembangunan. KOWANI siap menjadi mitra pemerintah dalam mengawal kebijakan yang memperkuat perempuan, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
KOWANI juga menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada aspek pengawasan keamanan dan mutu pangan bagi anak-anak.
“Kami hadir untuk memberikan solusi bagaimana supaya tidak terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi. Ada hal-hal yang bisa kami sampaikan, termasuk bagaimana makanan harus segera dikonsumsi dan tidak dibiarkan terlalu lama,” jelasnya.
Selain program pemenuhan gizi, KOWANI konsisten mendorong penguatan pangan lokal melalui pendaftaran tempe sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO.
“Tempe ini khas Indonesia. Kami berharap tempe mendapatkan pengakuan dari UNESCO menjadi warisan budaya takbenda Indonesia,” ujarnya.
Nannie mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk senantiasa menjaga kesehatan pribadi, keharmonisan keluarga, dan persatuan bangsa demi melahirkan pemimpin masa depan yang unggul.
“Perempuan adalah yang melahirkan pemimpin-pemimpin ke depan. Maka mari kita jaga keutuhan dan kesehatan kita, supaya kita semua dapat melahirkan anak-anak bangsa dan pemimpin masa depan Indonesia,” pungkas Nannie.










