
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pengendalian vektor, khususnya nyamuk Aedes aegypti, guna mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD).
Seluruh intervensi dilakukan sebelum huntara ditempati agar lingkungan hunian dinilai layak dan aman bagi warga.
Relawan TCK Batch II Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan pascabencana.
“Kami melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, salah satunya melalui pengendalian vektor. Kegiatan ini dilakukan sebelum hunian sementara ditempati agar warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,” ujar Trisno dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026.
Sebanyak 12 tenaga sanitasi lingkungan profesional terlibat dalam kegiatan ini. Selain pengendalian vektor dengan metode pengembunan atau fogging menggunakan insektisida sesuai standar, tim juga melakukan pemantauan menyeluruh terhadap aspek kesehatan lingkungan lainnya.
Pengawasan meliputi kualitas air bersih, kondisi jamban, pengelolaan sampah permukiman dan dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di fasilitas kesehatan terdampak bencana.
Trisno menegaskan peran kesehatan lingkungan sangat krusial dalam pelayanan kesehatan pascabencana, terutama untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).
“Harapannya, hunian sementara ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” tutur Trisno.
Editor: Redaktur TVRINews
