
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tanggapan terkait fenomena warga yang memadati gudang Bulog pasca banjir dan longsor di Sibolga. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik dan stok pangan di wilayah tersebut cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Untuk Sibolga, memang ada yang mendatangi gudang Bulog, tapi ini lebih karena panic buying akibat kesulitan akses. Kami minta masyarakat tetap tenang,” kata Mendagri Tito usai rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah dan Forkopimda di Kantor Kemendagri pada Senin, 1 Desember 2025.
Tak hanya itu, Tito menjelaskan, pengalaman serupa pernah terjadi di Palu saat bencana tsunami dan longsor.
“Hari ketiga, terjadi pengambilan stok gudang karena akses terputus, tapi setelah logistik disalurkan, situasi bisa teratasi. Sekarang kita lakukan distribusi proaktif agar daerah yang terisolir tetap tercukupi,” jelasnya.
Mendagri menambahkan, stok pangan Bulog di wilayah Sumatera Utara sangat mencukupi.
“Di Lhokseumawe sendiri ada 28.000 gudang Bulog, cukup untuk tiga klaster selama sembilan bulan. Tidak perlu mendatangkan dari luar karena stok tersedia,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berbasis data sosial ekonomi, termasuk melalui program Gerakan Pasar Murah (SPHP).
“Ini juga bagian dari persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying,” tegas Tito.
Masyarakat diimbau menunggu distribusi resmi dan mengambil kebutuhan sesuai kebutuhan harian agar bantuan sampai merata dan tidak menimbulkan kericuhan.
Editor: Redaksi TVRINews
